Empat HP Rusak Ditemukan di Lokasi Pembunuhan Satu Keluarga

Gloria Safira Taylor, CNN Indonesia | Selasa, 13/02/2018 14:41 WIB
Empat HP Rusak Ditemukan di Lokasi Pembunuhan Satu Keluarga Empat HP rusak dan sarung senjata tajam ditemukan di loteng rumah korban pembunuhan satu keluarga di Tangerang. (aradaphotography/thinkstock)
Jakarta, CNN Indonesia -- Empat telepon genggam dan sarung senjata tajam ditemukan di loteng rumah satu keluarga ditemukan tewas. Seorang ibu dan dua anaknya diduga dianiaya menggunakan senjata tajam hingga tewas kemarin di Komplek Taman Kota Permai 2, Kecamatan Periuk, Tangerang.

Kapolres Metro Tangerang Komisaris Besar Harry Kurniawan mengatakan, empat HP tersebut diduga milik korban yang dilaporkan hilang. Sementara sarung senjata tajam tersebut diduga milik pelaku yang senjatanya dipakai menghabisi korban.

"Kami dapat informasi kemarin semua handphone hilang tapi tadi sudah didapatkan ada empat handphone itu dalam keadaan rusak semua dijadikan satu ada ditemukan di atas atap, loteng. Kami dapatkan juga ada sarung senjata tajam," kata Harry kepada CNNIndonesia.com, Selasa (13/2).

HP dan sarung senjata tajam itu kini diamankan penyidik untuk dijadikan baran bukti penyidikan. HP yang ditemukan diketahui rusak.


Meksi sarung senjata tajam ditemukan, belum bisa dipastikan alat yang dipakai untuk membunuh korban. Harry mengatakan, usai kejadian banyak senjata tajam ditemukan di tempat kejadian perkara.

Namun setidaknya, penemuan sarung senjata tajam itu jadi petunjuk baru. Penyidik akan mencocokan senjata tajam yang ditemukan dengan sarung tersebut.

"Sajam (senjata tajam) yang kami temukan itu terpisah dengan sarungnya, kondisinya bersih, kami masih menduga-duga. Sajam ditemukan di salah satu ruangan, kami belum tahu juga karena baru ditemukan," ucapnya.

Tiga orang korban tewas adalah Emang (40 tahun) dan dua anaknya, Nova dan Tiara. Seorang pria bernama Pendi ditemukan terluka parah di lokasi. Pendi diduga merupakan suami siri Emang.

Pendi saat ini masih menjalani perawatan di RS Polri sehingga belum bisa dimintai keterangan. Penyidik saat ini sudah memeriksa tujuh orang saksi.

Dari pemeriksaan awal, tak ada barang berharga yang hilang dari rumah tersebut. Karena itu motif pembunuhan diperkirakan bukan untuk mengambil barang berharga dari rumah korban. (sur)