Prabowo Minta Pemerintah Jamin Keamanan Tokoh Agama

Feri Agus, CNN Indonesia | Selasa, 13/02/2018 18:29 WIB
Prabowo meminta pemerintah segera mengambil tindakan untuk memulihkan dan menjamin keamanan bagi seluruh masyarakat, termasuk para pemuka agama. Prabowo Subianto meminta pemerintah segera memulihkan keamanan terkait aksi kekerasan yang menimpa sejumlah pemuka agama. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto prihatin atas kekerasan yang menimpa pemuka agama di sejumlah daerah dalam beberapa waktu belakangan. Prabowo meminta pemerintah segera mengambil tindakan untuk memulihkan dan menjamin keamanan bagi seluruh masyarakat, termasuk para pemuka agama.

"Kami benar-benar mengimbau pemerintah untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk benar-benar memulihkan keamanan, menjamin keamanan semua pihak. Semua unsur apalagi tokoh-tokoh masyarakat dan tokoh-tokoh agama," kata Prabowo saat menghadiri Rakornas Pengurus Pusat Satuan Relawan Indonesia Raya (Satria) Gerindra, di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta, Selasa (13/2).

Prabowo mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap pihak-pihak yang ingin menciptakan kerusuhan. Menurut dia, masyarakat harus menahan diri agar tak terpancing oleh gerakan yang berpotensi memecah belah bangsa.


"Kita harus waspada adanya unsur-unsur yang ingin menimbulkan kekisruhan di masyarakat kita, saling curiga, menebarkan perpecahan dan ini yang harus kita waspada," tutur Prabowo.
Mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Kopassus) itu percaya bahwa semua agama mengajarkan perdamaian, toleransi dan sikap saling menghormati antarsesama manusia.

"Agama yang benar selalu menganjurkan perdamaian, kedamaian, rasa saling rukun, saling menghormati dan saling mengasihi di antara semua rakyat kita," ujarnya.
Aksi penyerangan terhadap pemuka agama terjadi sejak akhir Januari lalu. Ada sejumlah penyerangan yang dialami pemuka agama.

Aksi pertama terjadi di Pondok Pesantren Al Hidayah Cicalengka, Kabupaten Bandung. Pimpinan Ponpes KH Umar Basri dianiaya usai melaksanakan Salat Subuh, pada 27 Januari lalu.

Kemudian penyerangan terjadi terhadap pengurus Persis Ustaz Prawoto pada 1 Februari 2018. Terakhir, pada Minggu (11/2) penyerangan terjadi di Gereja Santa Lidwina Bedog, Sleman, Yogyakarta. Pelaku membawa pedang dan melukai empat orang yang tengah beribadah. Polisi menembak pelaku karena terus menyerang jemaat dan petugas.
(ugo)