Polri: Satu Terduga Teroris di Indramayu Tewas

Martahan Sohuturon, CNN Indonesia | Selasa, 13/02/2018 22:42 WIB
Polri: Satu Terduga Teroris di Indramayu Tewas Densus 88 Antiteror Polri telah menangkap terduga teroris di Indramayu dan pelaku teror Banyuwangi di Poso selama sepekan ini. (Ilustrasi/ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto mengonfirmasi pria berinisial MJ (31), terduga teroris yang ditangkap tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri di Indramayu, Jawa Barat tewas dan telah dimakamkan di Tanggamus, Lampung pada Sabtu (10/2) pekan lalu.

MJ merupakan terduga teroris yang ditangkap Densus 88 bersama istrinya berinisial ASN (17) di Jalan Jenderal Sudirman, Desa Cipancuh, Haurgeulis, Indramayu pada Rabu (7/2).


Keduanya diduga merupakan anggota Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) binaan seorang narapidana kasus terorisme di Lembaga Pemasyarakatan Cipinang, Jakarta Timur, Ali Hamka.

"Benar, saya dapat informasi itu," kata Setyo di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan, Selasa (13/2).

Namun begitu, Setyo mengaku belum mengetahui informasi lebih lanjut terkait penyebab kematian MJ.

"Nanti saya akan konfirmasi lagi ke Densus 88," jawabnya.

Kabar tewasnya MJ telah beredar di internet dan diberitakan sejumlah media lokal di Lampung sejak Sabtu (10/2). Bahkan, sejumlah media memuat foto dan video terkait suasana di sekitar area makam MJ.

Densus 88 Tangkap Pelaku Teror Banyuwangi

Selain itu tim Densus 88 mengungkap pelaku teror yang terjadi pada 2016 di Banyuwangi, Jawa Timur. Kabid Humas Polda Jatim Komisaris Besar Polisi Frans Barung Mangera menyebut pelaku teror tersebut adalah warga Banyuwangi dengan inisial RM.

"Hanya saja saat ini RM sedang berada di Poso, Sulawesi Tengah, dan telah diamankan oleh Tim Densus 88 Polri," katanya di Surabaya, Selasa (13/2) seperti dikutip dari Antara.

Frans Barung mengungkap RM adalah pelaku teror pada 23 dan 30 Oktober 2016. Kala itu RM melempar bom molotov di kantor atau Markas Komando Kepolisian Sektor Cluring, Banyuwangi dan kantor pelayanan Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Benculuk, Cluring, Banyuwangi.

"Dua peristiwa teror itu masing-masing sudah langsung dibuatkan laporan polisinya pada tanggal 23 dan 30 Oktober 2016 dan sejak itu langsung dilakukan penyelidikan," ujarnya.


Pada hari ini, lanjut Frans Barung, polisi melakukan penggeledahan di rumah RM di Banyuwangi dan menemukan bahan-bahan peledak yang identik dengan aksi teror yang terjadi di Mako Polsek Cluring dan Kantor Samsat Benculuk, Cluring, Banyuwangi, pada 23 dan 30 Oktober 2016 silam.

"Atas dasar temuan barang-barang bukti bahan peledak yang ditemukan di rumahnya itu kami kemudian menetapkan RM sebagai tersangka," ujarnya. (kid/pmg)