Bupati Subang yang Ditangkap KPK Calon Petahana di Pilkada

Bimo Wiwoho, CNN Indonesia | Rabu, 14/02/2018 10:09 WIB
Bupati Subang yang Ditangkap KPK Calon Petahana di Pilkada Bupati Subang Imas Aryuminingsih saat ini tercatat sebagai calon petahana yang kembali maju di ajang pemilihan kepala daerah setempat. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bupati Subang Imas Aryuminingsih terjaring operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia saat ini merupakan calon petahana di ajang Pilkada Subang, Jawa Barat.

Berdasarkan data dalam laman infopemilu.kpu.go.id, Imas kembali maju sebagai calon bupati berpasangan dengan Kolonel TNI (purn) Sutarno berkat dukungan dari Golkar dan PKB.

Komisioner Komisi Pemilihan Umum, Wahyu Setiawan mengonfirmasi hal tersebut.

"Iya betul dan memenuhi syarat," kata Wahyu melalui pesan singkat, Rabu (14/2).


Imas-Sutarno telah ditetapkan sebagai pasangan calon yang memenuhi syarat oleh KPUD setempat Senin lalu (12/2). Di samping itu, dia pun telah mendapat nomor urut 2.

Dia akan berkompetisi melawan pasangan Dedi Junaedi-Budi Setiadi dan Ruhimat-Agus Masykur Rosyadi memperebutkan kursi pimpinan daerah Kabupaten Subang.

Akibat terjaring OTT KPK, Imas berpotensi gagal beradu gagasan pada masa kampanye yang akan dimulai 15 Februai hingga 23 Juni mendatang.

Imas merupakan politikus Golkar yang pernah maju sebagai bupati Subang berpasangan dengan artis kawakan, Primus Yustisio medio 2008 lalu. Kala itu, Imas gagal.

Tak patah arang, Imas kembali maju di pilkada Kabupaten Subang pada 2013 sebagai calon wakil bupati mendampingi Ojang Sohandi. Imas sempat menduduki kursi Pelaksana Tugas Bupati Subang karena Ojang harus lengser akibat kasus korupsi BPJS Subang tahun 2014.

Imas kini diduga menerima menerima suap terkait dengan pemberian izin kepada pihak swasta.

"Dari identifikasi awal transaksi diduga terkait dengan kewenangan perizinan," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi lewat pesan singkat.

Febri menyatakan, tim KPK turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa uang dari hasil operasi senyap terhadap orang nomor satu di Subang itu. KPK belum bisa merinci jumlah uang yang diamankan tersebut.


(gil)