Ketua DPR Berpantun dalam Pidato 'Kami Butuh Kritik'

Joko Panji Sasongko, CNN Indonesia | Rabu, 14/02/2018 12:46 WIB
Ketua DPR Berpantun dalam Pidato 'Kami Butuh Kritik' Ketua DPR Bambang Soesatyo memberi pidato dalam rapat paripurna penutupan masa sidang. Pada awal dan akhir pidatonya dia berpantun untuk mencairkan suasana. (Detikcom/Grandyos Zafna).
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua DPR Bambang Soesatyo memberi pidato berjudul 'Kami Butuh Kritik' dalam Rapat Paripurna Penutupan Masa Persidangan III 2017-2018, Rabu (14/2). Saat membuka pidato dan mengakhirinya, Bambang membaca pantun.

Politikus Partai Golkar itu menyebut, pantun yang ia bacakan untuk mencairkan suasana rapat paripurna.

"Ada baiknya, sekadar mencairkan suasana dan melembutkan hati, sebelum melanjutkan pidato ini, terlebih dahulu saya melantunkan tiga bait pantun," ujar Bambang dalam rapat paripurna di Gedung DPR, Jakarta.

Pantun yang ia bacakan bercerita tentang anggota DPR dan daerah pemilihannya. Anggota DPR itu pergi menyapa dapilnya agar bisa terpilih kembali.

Di langit Senayan ada pelangi
Warna warni indah sekali
Masa sidang berakhir hari ini
Dapil menunggu pelaksanaan janji

Sikut kiri sikut kanan
Mencari celah tambahan program
Beta politisi dari Senayan
Dapilku makmur hatiku tentram

Kapal berputar menuju ke barat
Ombak mengalun dibuai angin
Beta ke dapil menyapa rakyat
Terpilih kembali siapa yang tak ingin?

Selain saat pembukaan, Bambang juga berpantun untuk mengakhiri pidatonya. "Sebelum menutup masa sidang ini, sekali lagi izinkan saya melantunkan kembali dua bait pantun," ujar Bambang.

Jangan tertipu janji berbunga
Jadi politisi pilihan hati
Kalau jodoh tak akan ke mana

Dia tersenyum hatiku berseri
Lambaian mata aduh indahnya
Mari kawan satukan hati
Maju bersama, rakyat sejahtera

"Sekian, terima kasih," ujar Bambang menutup pidatonya.

Adapun dalam pidatonya, Bambang menyinggung sejumlah hal, di antaranya tentang berakhirnya kerja Pansus Hak Angket KPK, UU MD3, serta isu kejadian luar biasa wabah campak dan gizi buruk di Asmat, Papua.

Bambang juga menyinggung kerja-kerja dan fungsi DPR sebagai lembaga legislasi, serta sejumlah kegiatan dewan dalam diplomasi parlemen untuk skala nasional dan internasional yang dilakukan sepanjang Januari-Februari 2018.