Politikus Partai Golkar itu menyebut, pantun yang ia bacakan untuk mencairkan suasana rapat paripurna.
"Ada baiknya, sekadar mencairkan suasana dan melembutkan hati, sebelum melanjutkan pidato ini, terlebih dahulu saya melantunkan tiga bait pantun," ujar Bambang dalam rapat paripurna di Gedung DPR, Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di langit Senayan ada pelangi
Warna warni indah sekali
Masa sidang berakhir hari ini
Dapil menunggu pelaksanaan janji
Mencari celah tambahan program
Beta politisi dari Senayan
Dapilku makmur hatiku tentram
Kapal berputar menuju ke barat
Ombak mengalun dibuai angin
Beta ke dapil menyapa rakyat
Terpilih kembali siapa yang tak ingin?
Selain saat pembukaan, Bambang juga berpantun untuk mengakhiri pidatonya. "Sebelum menutup masa sidang ini, sekali lagi izinkan saya melantunkan kembali dua bait pantun," ujar Bambang.
Lihat juga:Tiga Pasal Kontroversial UU MD3 |
Jadi politisi pilihan hati
Kalau jodoh tak akan ke mana
Dia tersenyum hatiku berseri
Lambaian mata aduh indahnya
Mari kawan satukan hati
Maju bersama, rakyat sejahtera
"Sekian, terima kasih," ujar Bambang menutup pidatonya.
Bambang juga menyinggung kerja-kerja dan fungsi DPR sebagai lembaga legislasi, serta sejumlah kegiatan dewan dalam diplomasi parlemen untuk skala nasional dan internasional yang dilakukan sepanjang Januari-Februari 2018. (gil)