PDIP, Gerindra dan Golkar Diprediksi Jadi Partai Tiga Besar

Abi Sarwanto, CNN Indonesia | Sabtu, 24/02/2018 06:30 WIB
PDIP, Gerindra dan Golkar Diprediksi Jadi Partai Tiga Besar PDIP, Golkar, Gerindra diperkirakan akan jadi partai tiga besar (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Hasil survei lembaga Alvara Research Center menunjukkan elektabilitas Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai Gerindra dan Partai Golkar akan menjadi tiga partai teratas dalam perolehan suara jika pemilu legislatif diselenggarakan hari ini.

"Jika pemilu dilaksanakan hari ini, maka PDIP mendapat 28,5 persen suara terbanyak diikuti Gerindra 17,3 persen dan Golkar 8,2 persen. Sedangkan yang belum menentukan pilihan 25,6 persen," kata Pendiri Alvara Research Center Hasanuddin Ali di Jakarta, Jumat (23/2).

Berturut-turut di bawahnya terdapat Partai Demokrat dengan 4,9 persen, PKB 4,2 persen, PKS dan Perindo dengan 2,6 persen, PAN 2 persen, NasDem 1,6 persen, PPP 1,2 persen PSI 0,7 persen dan Hanura 0,5 persen.


"Kerja keras perlu dilakukan parpol dengan elektabilitas kurang dari 4 persen seperti PKS, Perindo, PAN, NasDem, PPP, PSI dan Hanura untuk bisa mencapai parliamentary threshold," kata dia.

Dalam survei tersebut, Golkar, PDIP dan Gerindra merupakan tiga partai yang paling dikenal publik. Golkar memiliki tingkat awareness tertinggi dengan 97,6 persen, disusul PDIP 96,8 persen, dan Gerindra 91,5 persen.

Namun, meski memiliki awareness tinggi, partai yang memiliki top of mind tertinggi adalah PDIP 39,8 persen, Gerindra 16,2 persen dan Golkar 15,4 persen.

Hasanuddin juga menjelaskan dari survei tersebut menunjukan bahwa PDIP dan Golkar dicitrakan sebagai partai nasionalis, mampu membawa perubahan, mampu menyelesaikan masalah, dekat dengan rakyat, solid dan memiliki ideologi yang kuat

Sedangkan Gerindra, Demokrat dan Hanura dicitrakan sebagai partai yang memiliki pemimpin karismatik. Ada pun PAN, PKS, PKB dan PPP dikenal dengan citra partai agamis.

"Tiga faktor pertimbangan utama masyarakat dalam memilih parpol yaitu dekat dengan rakyat, mampu membawa perubahan dan bebas korupsi," ujarnya.

Merujuk dari hasul survei mengenai parpol tersebut, Hasanuddin menyimpulkan bahwa PDIP berpotensi memenangkan kembali Pileg 2019 disusul dengan Gerindra sebagai runner-up.

"PDIP diprediksi menjadi pemenang pemilu 2019, namun tantang terbesar datang dari Gerindra yang menunjukkan tren kenaikan suara," katanya.

Survei Alvara dilakukan dari 17 Januari sampai 7 Februari 2018 dengan melibatkan 2.203 responden melalui wawancara tatap muka dan kuesioner.

Survei ini menggunakan metode multistage random sampling dengan batas kesalahan sebesar 2 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen. Survei dilakukan serentak di seluruh provinsi di Indonesia dengan menggunakan data penduduk dari Badan Pusat Statistik. (eks/eks)