"Jika pemilu dilaksanakan hari ini, maka PDIP mendapat 28,5 persen suara terbanyak diikuti Gerindra 17,3 persen dan Golkar 8,2 persen. Sedangkan yang belum menentukan pilihan 25,6 persen," kata Pendiri Alvara Research Center Hasanuddin Ali di Jakarta, Jumat (23/2).
Berturut-turut di bawahnya terdapat Partai Demokrat dengan 4,9 persen, PKB 4,2 persen, PKS dan Perindo dengan 2,6 persen, PAN 2 persen, NasDem 1,6 persen, PPP 1,2 persen PSI 0,7 persen dan Hanura 0,5 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam survei tersebut, Golkar, PDIP dan Gerindra merupakan tiga partai yang paling dikenal publik. Golkar memiliki tingkat awareness tertinggi dengan 97,6 persen, disusul PDIP 96,8 persen, dan Gerindra 91,5 persen.
Sedangkan Gerindra, Demokrat dan Hanura dicitrakan sebagai partai yang memiliki pemimpin karismatik. Ada pun PAN, PKS, PKB dan PPP dikenal dengan citra partai agamis.
"Tiga faktor pertimbangan utama masyarakat dalam memilih parpol yaitu dekat dengan rakyat, mampu membawa perubahan dan bebas korupsi," ujarnya.
Merujuk dari hasul survei mengenai parpol tersebut, Hasanuddin menyimpulkan bahwa PDIP berpotensi memenangkan kembali Pileg 2019 disusul dengan Gerindra sebagai runner-up.
Survei Alvara dilakukan dari 17 Januari sampai 7 Februari 2018 dengan melibatkan 2.203 responden melalui wawancara tatap muka dan kuesioner.
Survei ini menggunakan metode multistage random sampling dengan batas kesalahan sebesar 2 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen. Survei dilakukan serentak di seluruh provinsi di Indonesia dengan menggunakan data penduduk dari Badan Pusat Statistik. (eks)