Sidney Jones: Kecil Kemungkinan Indonesia Terima Dana ISIS

CTR, CNN Indonesia | Rabu, 28/02/2018 08:18 WIB
Sidney Jones: Kecil Kemungkinan Indonesia Terima Dana ISIS ISIS dinilai lebih cenderung memilih negara di Timur Tengah atau Eropa ketimbang menjadikan Indonesia sebagai wilayah yang didanai untuk kepentingan aksi teror. (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)
Jakarta, CNN Indonesia -- Potensi Indonesia menerima aliran dana dari ISIS terbilang kecil. Direktur Institute for Policy Analysis of Conflict (IPAC) Sidney Jones menilai ISIS akan lebih memilih negara di Timur Tengah dan Eropa ketimbang Indonesia untuk didanai dalam aksi terornya.

"Kalau masih ada, kemungkinan besar potensinya uang dikirim ke Eropa daripada Asia Tenggara. Kalaupun ke Asia Tenggara, (larinya) ke Filipina," kata Sidney saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (27/2).

Adapun salah satu alasan Indonesia bukan daerah tujuan aliran dana ISIS adalah soal jaringan. Sidney mengatakan Indonesia tak punya posisi yang kuat di struktur jaringan ISIS.


"Alasan lainnya Indonesia jauh dan sudah tidak masuk wilayah resmi. Orang Indonesia juga tidak begitu baik dalam hierarki ISIS di pusat," ungkap dia.


ISIS, kata Sidney, akan berpikir panjang melakukan investasi untuk menghidupi kelompoknya ke depan. Terlebih kini ISIS kehilangan kekuasaannya di sejumlah wilayah.

"Mereka lebih tertarik menanam modal melindungi aset masa depan untuk mereka masuk di Turki dan di negara lain," ujar dia.

Biasanya, ISIS akan menggunakan perantara yang disebut Hawala untuk menghindari pemeriksaan mekanik. Sidney menambahkan, ISIS juga sempat mengklaim telah mengirim ratusan ribu dollar melalui Wester Union.

Sementara, kalaupun benar ada dana yang masuk ke Indonesia, lanjut Sidney, angkanya tidak banyak. Itupun diduga masuk melalui Bahrumsyah alias Bahrum Naim yang juga tokoh ISIS asal Indonesia.

"Saya yakin bahwa jumlah yang dulu dikirim tidak besar, hanya ratusan dolar waktu dia rencana bom istana," tutup Sidney.


Sebelumnya, Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan pada Juli 2017 lalu menyatakan telah mendeteksi aliran dana ISIS ke Indonesia. Sementara pada Februari ini, mereka dilaporkan telah menyalurkan jutaan dolar atau belasan miliar rupiah ke kelompok afiliasinya di sejumlah negara.

ISIS dilaporkan menyimpan uang itu di seluruh penjuru kawasan. Kelompok itu disebut berinvestasi pada sejumlah perusahaan di Irak, membeli emas di Turki dan terus menyalurkan dana pada kelompok-kelompok afiliasinya. (osc)