"Kami sepakat bersama-sama ingin bahu membahu menyelesaikan masalah-masalah masih dianggap masalah HAM," kata Wiranto di Kantor Kemenko Polhukam, Jumat (2/3).
Meski begitu, Wiranto tak menjelaskan secara rinci teknis kerja sama penyelesaian kasus pelanggaran HAM tersebut. Dia hanya mengatakan bahwa kedua belah pihak akan menunjuk petugas sebagai penghubung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya kalau soal urgensi kan memang relatif, jadinya kan, kalau soal perbaikan komunikasi selalu baik buat semua lembaga, bagaimana lembaga negara pemerintah kementerian dan lembaga negara independen saling berkomunikasi," tutur Sandra.
"Semangatnya sama, baik masih bagian dari penyelesaian masa lalu, saat ini, dan masa depan," ujar Wiranto.
Selain itu, Kemenkopolhukam dan Komnas HAM juga akan membahas kerja sama untuk mengantisipasi kemungkinan diskriminasi di masa pilkada dan pemilu.
"Misalnya dinamika politik pilkada, ke depan pilpres akan ada kerja sama yang teknis mengatasi kemungkinan diskriminasi, hatespeach di masyakarat," ujar Ahmad. (has)