Ari tidak menjawab pertanyaan wartawan secara lugas ketika ditemui di sela-sela acara penandatanganan Perjanjian Kerja Sama yang ditandatangani langsung oleh pemimpin Polri, Kejaksaan Agung, dan KPK di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Selasa (6/3).
Saat ditanya terkait keberadaan aktor politik di balik kelompok The Family MCA, jenderal bintang tiga itu malah menjawab bahwa pihaknya tidak melihat unsur politik dalam langkah penegakan hukum.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari proses penegakan hukum, kami tidak melihat politiknya. Siapa berbuat terpenuhi unsur pidana, itu pasti kami tindak," kata Ari.
Menurutnya, tindakan ini dilakukan oleh kelompok Muslim Cyber Army (MCA) yang bekerja sama dengan eks sindikat penyebar ujaran kebencian dan hoaks Saracen serta sejumlah oknum di Jawa Timur, Jawa Barat, dan Banten.
"Dari hasil pendalaman ini dilakukan dengan kelompok eks Saracen dan MCA, motifnya politik," kata Gatot di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (5/3).
"Kami akan terus bekerja agar hoaks, berita bohong dan fitnah yang mengganggu kondusifitas kemananan bisa kami hilangkan," kata Fadil. (wis/osc)