Tjahjo Kumolo: Kritik Presiden Jokowi Boleh, Menghina Tidak

Bimo Wiwoho, CNN Indonesia | Jumat, 09/03/2018 04:13 WIB
Tjahjo Kumolo: Kritik Presiden Jokowi Boleh, Menghina Tidak Tjahjo Kumolo menegaskan penyebar fitnah akan dijerat hukum. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
, CNN Indonesia -- Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo meminta kepada seluruh praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) agar tidak sembarangan membagikan informasi yang diterima dari media sosial (medsos).

Dia mengingatkan tidak semua berita atau informasi yang beredar di medsos sudah teruji kebenarannya.

"Hati-hati terima berita. Jangan langsung forward ke orang lain. Baca dulu. Pahami," ujar Tjahjo saat memberi pidato saat apel di Kampus IPDN Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, Kamis (8/3).



Tjahjo mengatakan ada peraturan yang siap menjerat praja IPDN ke ranah hukum jika terbukti membagikan informasi palsu atau berita bohong melalui medsos.

"Begitu anda lempar ke orang lain, undang-undang sudah menjerat anda," ucapnya.

Di sisi lain, Tjahjo juga meminta kepada praja IPDN agar tidak diam saja jika dihina atau difitnah. Begitu pula masyarakat pada umumnya. Menurutnya, fitnah dan penghinaan sangat merugikan nama baik dan harus segera dibawa ke ranah hukum.

"Anda tidak boleh dihina. Tidak boleh difitnah. Begitu ada kelompok memfitnah kepala lembaga apalagi pemimpin bangsa ini, laporkan ke polisi," kata Tjahjo.

"Kritik Presiden Joko Widodo boleh, kritik saya, kritik Pak Ermaya (Gubernur IPDN) boleh, tapi kalau menghujat, menghina tidak," lanjutnya.


Lebih lanjut, Tjahjo mengingatkan agar praja IPDN menjadi pelopor dan penggerak Revolusi Mental yang dicanangkan Jokowi. Tjahjo menegaskan bahwa dirinya tidak ingin ada praja IPDN yang menodai nama baik kampus dan Kementerian Dalam Negeri.

"Memukul, berkelahi, narkoba, tidak ada ampun dengan segala maaf anda harus mundur dari kampus ini," demikian Tjahjo. (DAL/DAL)