"Kami menerima calon dari Polri 6 orang dan Kejaksaan 7 orang," kata Febri kepada CNNIndonesia.com, Jumat (9/3).
Beberapa nama yang disodorkan Mabes Polri yakni Kepala Biro Pengkajian dan Strategi Sistem Operasi Polri Brigadir Jenderal Toni Harmanto, Pamen SSDM Polri penugasaan di Kementerian Agraria dan Tata Ruang Brigjen Abdul Hasyim Gani dan terakhir Kapolda Nusa Tenggara Barat (NTB) Brigadir Jenderal Firli.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari Kejaksaan, Jaksa Agung M Prasetyo mengungkapkan pihaknya telah mengajukan tujuh untuk mengikuti seleksi calon Deputi Penindakan KPK. Mereka di antaranya pernah menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati).
Prasetyo enggan menyebutkan ketujuh nama kandidat yang diajukan pihaknya dan menyerahkan kepada KPK untuk menjelaskannya.
"Tanya KPK aja. Kita sudah berikan banyak nama-nama di situ," kata Prasetyo.
Febri mengatakan seleksi dilakukan oleh konsultan berpengalaman untuk menjaga objektivitas pemilihan pejabat. Namun, Febri enggan membuka siapa pihak ketiga yang ditunjuk tersebut.
"Seleksi dilakukan oleh pihak konsultan eksternal," tegas Febri.
Namun, Febri mengungkapkan ada proses lain setelah calon diseleksi melalui konsultan eksternal tersebut.
"Selain itu ada proses seleksi internal juga yang dilakukan," ujar Febri. (wis/gil)