Toni ketika itu datang bersama puluhan polisi lainnya, baik yang berseragam lengkap maupun berpakaian bebas. Jenderal bintang satu ini saat peristiwa itu menjabat sebagai Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya.
Peristiwa yang terjadi saat KPK tengah menangani kasus korupsi di tubuh Polri itu tertuang dalam buku 'Serpihan Kisah Jurnalis Tiang Bendera'.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat ditanyai jurnalis apakah tujuan kedatangan ke KPK itu untuk menangkap lima penyidik KPK yang belum balik bertugas ke Mabes Polri atau menangkap seorang penyidik yang menangani kasus simulator, Toni Harmanto hanya tersenyum," demikian ditulis dalam buku tersebut yang dibaca CNNIndonesia.com, Jumat (16/3).
Munculnya nama Toni Harmanto mendapat sorotan dari Indonesia Corruption Watch (ICW).
Menurut Kepala Divisi Hukum dan Monitoring Peradilan ICW Lola Ester, KPK harus hati-hati dalam melakukan seleksi posisi Deputi Penindakan maupun Direktur Penyidikan KPK.
"Ya, justru itu, KPK harus sangat berhati-hati dalam memilih. Pada intinya, rekam jejak masing-masing calon harus dicek kembali," kata Lola saat dihubungi, Jumat (16/3).
"Sejauh pemantauan ICW, para calon masih belum tertib soal pelaporan LHKPN, beberapa bahkan belum lapor sama sekali," tuturnya.
"Selain itu, ada nama-nama yang tidak jelas prestasi kerja dan rekam jejaknya selama menjabat posisi tertentu di masing-masing institusi," kata Lola.
Bantahan Polri
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigadir Jenderal Mohammad Iqbal membantah kabar tersebut.
Menurutnya, Toni yang saat ini menjabat sebagai Kepala Biro Pembinaan dan Operasional Bareskrim merupakan sosok yang tidak memiliki cacat dan berintegritas setiap melaksanakan tugas.
"Kemampuan teknisnya tidak diragukan, dia pernah menjabat Dirreskrimum Polda Metro Jaya yang mengurusi semua tindak pidana, bukan hanya korupsi," kata Iqbal di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan pada Senin (12/3).
Lebih dari itu, jenderal bintang satu itu menerangkan seluruh calon Deputi Penindakan KPK yang telah didaftarkan pihaknya memiliki pengalaman di bidang reserse dan rekam jejak yang baik.
"Mereka semua berpengalaman di bidang reserse, berpengalaman juga sebagai kepala satuan wilayah karena tentunya nanti kemampuan manajerialnya dan kepemimpinannya dibutuhkan di KPK. Terus kapabilitas dan integritasnya tak diragukan," ujar mantan Kapolrestabes Surabaya itu. (wis)