"Sedang terjadi demoralisasi demokrasi di dunia saat ini. Ada ancaman terhadap sistem demokrasi," ujar Ketua Umum ICMI Jimly Asshiddiqie, saat konferensi pers di Kantor Operasional ICMI, Jum'at (16/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Aktor-aktor yang mengusung demokrasi itu tidak menghayati substansi demokrasi tetapi hanya memahami prosedur menang kalah. Inilah yang mengakibatkan demokrasi terancam dan anti demokrasi semakin mencuat," kata Jimly.
"Siapa pun yang menang dalam pemilihan nanti harus meyakini demokrasi itu metode, bukan sekedar menang kalah. Dia harus jadi pemimpin bagi semua bukan cuma golongan yang memilihnya," kata Jimly.
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu memaparkan Indonesia adalah negara penganut demokrasi terbesar ketiga di dunia, setelah Amerika Serikat dan India.
Jimly menjelaskan demokrasi masih dianggap sebagai sistem paling ideal oleh 90 persen negara di dunia karena sistem musyawarah mufakatnya, seperti yang termaktub di sila keempat Pancasila.
"Walau Indonesia secara kuantitas nomor 3, tetapi secara kualitas kita masih rendah dibanding negara lainnya," demikian Jimly. (dal/sur)