"Jadi ada proyektil, ada selongsong. Nanti proyektil dan selongsongnya kami cari, nanti kami tahu siapa yang menembak," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri, Inspektur Jenderal Setyo Wasisto di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan pada Selasa (20/3).
Atas penembakan misterius tersebut, ibunda Aldi, Melpina Badalu melaporkan hal yang terjadi pada anaknya ke Bareskrim demi mencari keadilan, Senin (19/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melpina Badalu (kedua dari kiri) melaporkan penembakan misterius yang terjadi pada anaknya ke Bareskrim demi mencari keadilan, Senin (19/3). (CNN Indonesia/Martahan Sohuturon) |
Setyo pun membantah pihak Kepolisian Daerah (Polda) Sulteng serta Bidang Profesi dan Pengamanan Polda Sulteng telah menolak laporan yang dilayangkan oleh Aldi lewat ibunya tersebut. Dia menegaskan, polisi tidak boleh menolak laporan yang dilayangkan oleh masyarakat.
Melpina mengatakan meski fisik sang anak kini sudah mulai pulih, keadilan tetap harus ditegakkan. Apalagi, sambungnya, anaknya ini masih mengalami trauma.
"Untuk fisik saya bersyukur Aldi sembuh. Tapi Aldi merasa trauma. Psikis dia terganggu, dia suka berhalusisasi sendiri, marah - marah sendiri. Lihat polisi takut," kata Melpina, di kantor sementara Bareskrim, Gambir, Jakarta pada Senin (19/3). (kid/gil)
Melpina Badalu (kedua dari kiri) melaporkan penembakan misterius yang terjadi pada anaknya ke Bareskrim demi mencari keadilan, Senin (19/3). (CNN Indonesia/Martahan Sohuturon)