Golkar Tak Terima Kadernya Disebut Setnov Terima Uang e-KTP

Feri Agus & Joko Panji Sasongko, CNN Indonesia | Kamis, 22/03/2018 21:54 WIB
Golkar Tak Terima Kadernya Disebut Setnov Terima Uang e-KTP Setnov akui dua kader Golkar kebagian uang haram e-KTP. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua DPP Golkar Tubagus Ace Hasan Syadzily menilai pernyataan Setya Novanto bahwa kader Golkar Chairuman Harahap dan Melchias Mekeng menerima jatah uang e-KTP sebagai tudingan sepihak dan tidak bisa dijadikan bukti hukum.

"Saya kira soal penyebutan Pak Chairuman dan Pak Mekeng merupakan pengakuan sepihak dari Pak Novanto. Belum menjadi bukti hukum," ujar Ace dalam pesan singkat, Kamis (22/3).

Meski tidak yakin dengan pernyataan mantan Ketum Golkar itu, Ace tetap menghormati proses hukum yang sedang berlangsung.

Namun, ia juga mengingatkan segala hal yang timbul dalam persidangan tidak bisa langsung dijadikan kesimpulan.


"Hormati proses hukum di pengadilan yang sedang berjalan. Jangan dulu kita mengambil kesimpulan lebih jauh," ujarnya.

Sebelumnya, Setnov juga menyebut lima politikus lain yang menerima suap proyek e-KTP, yakni Puan Maharani sebesar sebesar USD500 ribu, Pramono Anung sebesar USD500 ribu, Gandjar Pranowo sebesar USD200 ribu, Olly Dondokambey sebesar USD500 ribu, dan Tamsil Linrung sebesar USD500 ribu.

Setnov sebelumnya mengungkapkan Ketua Badan Anggaran DPR Melchias Marcus Mekeng dan mantan Ketua Komisi II DPR Chairuman Harahap ikut menerima jatah uang e-KTP.

"Dari partai saya juga terima, saudara Melchias Mekeng menerima S$500 ribu, sodara Chairuman menerima, (mereka) dari partai saya," kata Setnov saat diperiksa sebagai terdakwa, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.

Setnov mengaku mengetahui penerimaan uang Mekeng dan Chairuman dari pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong. Uang tersebut diserahkan Andi Narogong lewat keponakannya Irvanto Hendra Pambudi.

Setnov pun sempat mengonfirmasi langsung kepada Chairuman terkait penerimaan uang haram dari proyek senilai Rp5,8 triliun itu. Saat ditanya langsung Chairuman membenarkan penerimaan uang proyek e-KTP dari Andi Agustinus alias Andi Narogong.

Chairuman, kata Setnov juga menyampaikan bahwa uang dari proyek e-KTP juga mengalir ke kantong mantan Wakil Ketua Komisi II DPR Ganjar Pranowo.

"Saya terus terang saja Andi sampaikan waktu itu agak ragu. Tapi pada suatu hari saya ketemu Chairuman. Betul enggak penerimaan dari Andi, ya sudah diselesaikan US2$200 ribu, terus Ganjar, ada untuk Ganjar. Ini yang disampaikan ke saya," tutur Setnov. (DAL)