Jelang Pilpres, Airlangga Maklumi Prabowo Pakai Cara Apa Saja

Christie Stefanie, CNN Indonesia | Senin, 02/04/2018 15:24 WIB
Jelang Pilpres, Airlangga Maklumi Prabowo Pakai Cara Apa Saja Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, di Jakarta, 2018. (Foto: CNN Indonesia/Yuliyanna Fauzi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto memaklumi pernyataan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengenai elite Indonesia yang dinilai serakah, bermental maling, serta tentang Indonesia bubar pada 2030.

Baginya, pernyataan semacam itu sah-sah saja disampaikan, terutama jelang tahun politik.

"Ya namanya orang mau kampanye. Apa [saja] juga dipakai," kata Airlangga, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (2/4).


Terlepas dari itu, dia menegaskan bahwa Indonesia menempati posisi 16 negara dengan perekonomian terkuat di dunia. Beberapa kemajuan juga terlihat dari peringkat kemudahan berusaha (ease of doing business), dari peringkat 120, empat tahun lalu, ke peringkat 72, saat ini.

Indonesia juga dalam pemerintahan Presiden Joko Widodo memperoleh peringkat layak investasi lembaga pemeringkat asing seperti Standard and Poor's (S&P), Moody's, dan Fitch Rating.

"Ini kan progres. Rating agensi semuanya positif dari segi neraca, pertumbuhan," ucap Menteri Perindustrian ini.

Sebelumnya, Prabowo menyatakan elite Indonesia bodoh dan serakah karena mengesampingkan kesejahteraan masyarakat sehingga kesenjangan ekonomi makin membesar.

Tak hanya itu, elite juga disebut Prabowo bermental maling karena hatinya beku, kerap menggelembungkan anggaran dan tidak setia kepada rakyat.

Ini kali kedua Prabowo melayangkan kritik terkait kesenjangan ekonomi. Pertama kali disampaikan dalam forum bersama kader, beberapa waktu lalu, ia mengutip novel fiksi dan menyatakan Indonesia bisa bubar 2030 akibat kesenjangan dan tidak meratanya pembagian lahan.

Merespons hal itu, Presiden Jokowi menyatakan semua orang harus terus optimistis melihat perkembangan ekonomi. Presiden juga mengingatkan, Indonesia akan menerima bonus demografi pada 2030 dan menuju Indonesia emas 2045. (arh)