Plafon BEI Ambruk, Disebut Akibat Perawatan Rutin

Gloria Safira Taylor, CNN Indonesia | Kamis, 05/04/2018 21:03 WIB
Plafon BEI Ambruk, Disebut Akibat Perawatan Rutin Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, beberapa waktu lalu. (CNN Indonesia/Hesti Rika Pratiwi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Plafon Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) bocor dan ambruk di salah satu bagiannya hari ini. Namun, hal itu disebut tak terkait dengan ambruknya selasar Tower II gedung BEI pada 15 Januari 2018 lalu.

Kepala Divisi Komunikasi Perusahaan BEI Oskar Herliansyah mengatakan ambruknya plafon itu akibat perawatan reguler gedung.

"Jadi mereka lagi maintenance regular, lalu ada yang menetes, kemudian dilakukan perbaikan segala macam jadi airnya ke bawah sehingga bocor ke plafonnya," ujarnya, saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (5/4).



Kabar ambruknya plafon itu diketahui dari video yang beredar dari grup Whatsapp yang menggambarkan air yang mengucur cukup deras dari atap. Sementara, plafon terlihat terbuka berbentuk persegi dengan diameter sekitar satu meter.

Di bagian lantai, terlihat puing-puing plafon yang jatuh tak teratur dan tersiram air. Kejadian tersebut berada di Lantai GF Tower 1 BEI dekat tempat makan Pojok Halal.

"Bukan ambruk lagi seperti kejadian kemarin [15 Januari 2018] dan ini tidak berhubungan dengan kejadian kemarin," tepis Oskar.

Lubang besar di bagian plafon tersebut, dijelaskan Oskar karena kebocoran yang besar.

"Bayangin saja seperti keran, jadi waktu dibuka keluar airnya besar, kan harus diganti sambungan," tuturnya.


Akibat peristiwa ini, Oskar mengatakan akses Tower I sempat ditutup selama 15 menit karena lantai licin. Para pegawai pun mengepel dan mengeringkan lantai tersebut.

Meski demikian Oskar mengatakan saat ini situasi di Gedung BEI sudah kembali normal.

Dalam tragedi ambruknya selasar Gedung BEI Tower II pada 15 Januari lalu ada lebih dari 60 korban luka yang sebagian besar merupakan mahasiswa Universitas Bina Darma (UBD) Palembang.

(arh/kid)