Sandiaga Sebut Dua Anak Tewas Saat Pesta Rakyat Monas

DHF, CNN Indonesia | Senin, 30/04/2018 21:20 WIB
Sandiaga Sebut Dua Anak Tewas Saat Pesta Rakyat Monas Wagub DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan dua korban tewas dalam ricuh pesta rakyat di Monas adalah warga Pademangan, Jakarta Utara, berinisial R dan MJ. Masing-masing berusia 12 dan 10 tahun. (CNN Indonesia/Joko Panji Sasongko)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengonfirmasi bahwa dua anak tewas saat kericuhan pembagian sembako dalam Pesta Rakyat di Monumen Nasional, Sabtu (28/4).

Sandi mengatakan dua korban itu adalah warga Pademangan, Jakarta Utara, berinisial R dan MJ. Keduanya masing-masing berusia 12 tahun dan 10 tahun.

"Adinda R bersama dengan MJ harus kehilangan nyawa karena berdesak-desakan," ujar Sandi saat ditemui di Balai Kota, Jakarta, Senin (30/4).

Sandi menyampaikan pihaknya akan berkoordinasi dengan kepolisian untuk melakukan investigasi lebih lanjut terkait kematian dua anak tersebut.


Dia pun mengaku sudah berkoordinasi dengan panitia dan keluarga terkait pertanggungjawaban atas peristiwa tersebut.

"Keluarga meminta pertanggungjawaban Pemprov. Dan, Pemprov sampaikan ini bukan kegiatan kami. Tapi kami akan bertanggung jawab dari segi memberikan fasilitas. Kami juga meminta pihak panitia untuk berkoordinasi dengan keluarga," kata dia.

Sandi menyebut saat peristiwa, panitia dari Forum Untukmu Indonesia tidak bisa menangani lonjakan massa yang datang ke acara tersebut.

Ia mengatakan pada pukul 11.00 WIB, Sabtu (28/4), alat pengukur pengunjung di Monas atau checker mencatat sudah ada sekitar seratus ribu orang. Akibatnya, sambung Sandi, panitia yang minim persiapan dan koordinasi gagal mengelola keramaian itu.

"Pada akhirnya Monas dikunjungi lebih dari 350 ribu orang dan tentunya karena tidak ada koordinasi akhirnya macet luar biasa," ucap Sandi.
Sandi mengatakan pihaknya akan melakukan kajian dan evaluasi agar hal ini tak terjadi kembali.

Sebelumnya, Forum Untukmu Indonesia menggelar acara di Monas pada Sabtu (28/4). Berdasarkan izin awal yang diajukan ke Disparbud DKI Jakarta, acara ini merupakan gelaran seni budaya dalam menyambut hari tari internasional.

Namun setelah diteken Pemprov DKI Jakarta, pihak penyelenggara berencana mengadakan bagi-bagi sembako gratis. Meski sudah dilarang Pemprov DKI Jakarta, ia menyebut panitia tetap melakukannya.

Alhasil Monas dikerumuni warga dari dalam dan luar Jakarta. Terjadi kericuhan dan kemacetan saat pembagian sembako. (kid/kid)