Palyja Bantah Terlibat Proyek Galian Pipa yang Timbun Pekerja

DHF, CNN Indonesia | Rabu, 02/05/2018 19:37 WIB
Palyja Bantah Terlibat Proyek Galian Pipa yang Timbun Pekerja Ilustrasi pekerja di gorong-gorong. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT. PAM Lyonnaise Jaya (Palyja) menyatakan tidak terlibat dalam proyek galian saluran air yang berujung maut di Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (1/5). Pernyataan itu pun membantah keterangan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno sebelumnya yang menyatakan proyek tersebut ditangani Palyja.

Corporate Communications & Social Responsibilities Division Head Palyja Lydia Astriningworo mengatakan proyek itu ditangani PAM Jaya.

"Palyja tidak terlibat baik dalam hal pengerjaan maupun pengawasan proyek pipa Rusun Penjaringan ini," ujar Lydia dalam keterangan pers yang diterima Rabu (2/5).



Lydia menjelaskan Tarno (42) pekerja yang meninggal akibat tertimbun longsor di gorong-gorong, tak memiliki hubungan kerja dengan Palyja. Ia menegaskan pekerja yang terperosok di gorong-gorong dan tertimbun longsor bukan karyawan atau kontraktor PALYJA.

Sandiaga sebelumnya menyatakan akan memanggil Palyja untuk mengevaluasi kecelakaan kerja tersebut.

"Saya akan memanggil kepala Dinas Tenaga Kerja untuk melakukan evaluasi. Memanggil pihak Palyja dan kontraktornya untuk memastikan ini akan dievaluasi dan diinvestigasi," tutur Sandi saat ditemui di Silang Monas hari ini.

PAM Jaya Minta Maaf

Sementara itu, terkait kematian Tarno, Direktur Utama PD PAM Jaya Erlan Hidayat meminta maaf kepada pihak keluarga yang ditinggalkan. Dia menyampaikan penyesalan atas kejadian tersebut dan akan bertanggung jawab kepada keluarga korban.

"Kami sangat menyesali insiden tesebut dan turut bela sungkawa kepada keluarga korban. PAM Jaya akan memastikan bahwa korban dan keluarganya mendapatkan santunan yang cukup dan sesuai ketentuan yang ada," kata Erlan dalam keterangan tertulis.


Erlan menyampaikan PAM Jaya sudah mengecek ke lapangan dan memastikan pekerja yang tertimbun adalah karyawan kontraktor yang melakukan proyek pemasangan jaringan distribusi ke wilayah Rusun Penjaringan. Dia juga mengklaim sudah berkoordinasi dengan kepolisian dan Pemerintah Kota Jakarta Utara untuk menindaklanjuti kejadian ini.

"Segera akan dilakukan evaluasi dan tindakan koreksi yang diperlukan agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi," tutur Erlan.

Erlan menjelaskan proyek ini merupakan pembangunan jaringan distribusi pipa ke Rusun Penjaringan Tower 1 dan 2 Blok E, F, G di Jalan Tanjung Wangi/ Tanah Pasir. Proyek ini telah dimulai sejak 22 Januari 2018.

Peristiwa longsor di gorong-gorong proyek tersebut terjadi sekitar pukul 15.00 WIB, Rabu (2/5). Saat itu ada tiga pekerja di gorong-gorong tersebut.


Dua pekerja berhasil keluar, sedangkan satu pekerja bernama Tarno, 42, tertimbun longsor. Berbagai upaya pun dilakukan untuk mengeluarkan Tarno. Namun, saat berhasil dikeluarkan pada Rabu (2/5) dini hari Tarno sudah dalam keadaan tak bernyawa setelah tertimbun sekitar dua belas jam. (pmg/kid)