"Dewasa ini, masalah teknologi yang paling banyak menyebabkan masalah, yang bisa menjadi hate speech, berita hoaks, dan sebagainya. Hal itu tentu yang kita harus bekerja sama dengan semua sistem di pemerintahan kita," katanya, saat memberikan sambutan dalam Apel Kepala Satuan Wilayah Kepolisian di Auditorium Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta Selatan pada Jumat (4/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Polisi harus profesional, modern dan dapat dipercaya. Maka pastilah salah satu syarat sekarang sistem kepolisian kita ialah menguasai teknologi," katanya.
Menurut JK, pencegahan konflik itu penting demi memelihara rekam jejak perdamaian dalam pesta demokrasi di Indonesia, beberapa tahun terakhir.
Menurut JK, aturan lebih ketat dan pengamanan yang baik membuat pesta demokrasi di Indonesia berjalan baik.
"[Indonesia] berbeda apa yang terjadi dengan tempat lain kayak di Filipina, Pakistan. Kalau Pilkada tanpa bunuh-membunuh itu bukan pilkada bagi mereka, lalu pasti ada konflik," kata JK.
"Apel Kasatwil ini biasanya pertengahan tahun, tapi ini kami percepat untuk menyamakan persepsi dalam menghadapi agenda yang kami anggap 'urgent'," kata dia.
Sejumlah agenda yang dibicarakan dalam Apel Kasatwil tersebut antara lain kesiapan menyambut bulan Ramadan, persiapan pengamanan arus mudik dan arus balik Lebaran, persiapan ajang Asian Games dan pendaftaran capres-cawapres.
(arh)