"Bukan ultimatum juga bukan mendikte, tapi itu aspirasi wajar saja, saling disampaikan. Karena Gerindra punya sikap politik kami juga paham, PKS juga punya sikap politik yang penting dipahami oleh semuanya," kata Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid di kompleks parlemen, Jakarta, Jumat (4/5).
PKS mengingatkan untuk pilpres 2019 diperlukan 20 persen ambang batas pencalonan presiden sebagai syarat utama mencalonkan presiden dan wakil presiden.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi kami harus saling mendengar, apa yang menjadi keputusan dari Gerindra, apa juga yang jadi keputusan partai-partai yang akan diajak berkoalisi. Kami perlu saling mendengar dan PKS sudah menyampaikan pendapatnya," katanya.
Selain itu, Hidayat menambahkan untuk menuju pilpres 2019, faktor pilkada serentak yang digelar Juni mendatang akan sangat menentukan. Dengan memenangkan pilkada, maka peluang kemenangan di pilpres terbuka.
"Kalau yang lain punya pendapat lain, ya, pasti kami harus hormati. Itulah pentingnya berdialog. Kami saling berdialog, saling menghormati, tidak saling mendikte dan mengultimatum," ujarnya.
Hal itu disampaikan Sohibul merespons sikap Gerindra yang hingga saat ini belum memberi kepastian soal cawapres pilihan. (wis/sur)