Hal ini disampaikan Khofifah menanggapi pertanyaan lawannya, cagub nomor urut 2, Saifullah Yusuf alias Gus Ipul dalam menghadapi persoalan para petani garam dalam debat kedua pilgub Jatim, Surabaya, Selasa (8/5) malam.
"Produksi garam di Jatim ini menjadi bagian penting oleh karena itu harus dipikirkan bagaimana kita memberikan perlindungan pada petani garam," ujar Khofifah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Cek Fakta Debat Kedua Pilgub Jatim |
Khofifah mengatakan data termutakhir tingkat produksi garam di Jatim mencapai 1 hingga 1,2 juta ton. Mantan Menteri Sosial itu menegaskan Harga Eceran Tertinggi (HET) dari garam itu harus disesuaikan dengan kebutuhan minimum para petani garam bisa mendapatkan keuntungan atau Break Even Point (BEP).
Di sisi lain, Gus Ipul mengklaim telah banyak berdialog dengan para petani garam. Menurutnya, para petani garam banyak membutuhkan bantuan geomembran untuk meningkatkan produktivitas.
Menanggapi hal tersebut, cawagub nomor urut 1, Emil Elesteanto Dardak, menyebut geomembran bukan hal baru untuk membantu para petani garam. Emil mengatakan pemerintah juga harus mempertimbangkan ketebalan geomembran untuk meningkatkan produktivitas para petani.
"Itu (geomembran) bukan kebijakan yang inovatif. Kami sudah sering bolak-balik ke Madura dan ternyata kemampuan petani daerah sudah luar biasa," ucapnya. (kid)