Polisi Selidiki Munculnya Media Pendukung Kelompok Radikal

Gloria Safira Taylor & SAH, CNN Indonesia | Kamis, 17/05/2018 20:52 WIB
Polisi Selidiki Munculnya Media Pendukung Kelompok Radikal Tersebarnya surat kabar bentuk digital yang menyebarkan radikalisme menjadi perhatian Mabes Polri. Korps Bhayangkara pun bergerak untuk menyelidikinya. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Bagian Penerangan Satuan Divisi Humas Polri, Kombes Yusri Yunus mengatakan polisi akan menyelidiki satu terbitan media dalam bentuk digital bernama Al Fatihin yang diduga sebagai media pendukung kelompok radikal dalam aksi terorisme.

Yusri menyatakan polisi akan memberi informasi apabila proses penyelidikan telah usai.

"Sementara masih kami dalami semuanya, Nanti akan kami informasikan hasilnya," ujar Yusri di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (17/5).



Media Al Fatihin tersebut tertulis sebagai Edisi 10 dan disebutkan seagai surat kabar mingguan berbahasa Indonesia. Media itu menyebar dalam bentuk digital dengan jumlah 14 halaman.

Salah satu artikel yang tertulis dalam laman media cetak tersebut 'Bunuhlah Kaum Muysirikin Dimanapun Mereka Berada'. Tulisan di dalamnya mengambil peristiwa bom bunuh diri yang terjadi di tiga gereja di Surabaya, Minggu (13/5) lalu.

Selain itu dalam media tersebut juga diberitakan soal peristiwa kerusuhan antara tahanan teroris dengan aparat kepolisian di Mako Brimob, Depok, beberapa hari lalu.


Keterangan serupa disampaikan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono. Argo mengatakan pihaknya masih menyelidiki keberadaan media tersebut. Hingga kini pihaknya belum dapat memastikan di wilayah mana saja bacaan itu tersebar. Dia juga belum dapat memastikan siapa penerbit dari media tersebut.

"Penyidik sedang mendalami keberadaan media tersebut," ujarnya di Mapolda Metro Jaya, Kamis (17/5).

Secara terpisah, Direktur Komunikasi dan Informasi Badan Intelijen Nasional (BIN) Wawan Purwanto mengatakan pihaknya sudah melakukan tindakan terkait penelusuran dan pengumpulan informasi Al-Fatihin.

"Sudah terdeteksi, sudah ada deteksi. Tindakan BIN beri counter isu," kata Wawan, saat dikonfirmasi, Kamis (17/5).