Suhardi mengatakan BNPT memang bertugas mengawasi tindak terorisme secara nasional, tetapi tentu masih ada celah yang luput, terutama di dareah.
Menurutnya, salah satu yang perlu diberi perhatian khusus adalah warga negara Indonesia yang pulang dari negara-negara yang identik dengan terorisme, seperti misalnya Suriah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut ia menyatakan bahwa orang-orang yang kembali ke Indonesia setelah dididik menjadi radikal di luar negeri pun bisa mengajarkan paham-paham tersebut kepada orang lain. Salah satu contohnya adalah pelaku teror bom di Surabaya.
Malam harinya, bom meledak di salah satu kamar di Rusunawa Wonocolo, Sidoarjo. Diduga kuat bom meledak tak sengaja saat hendak dirakit oleh pelaku.
Teror bom berlanjut pada Senin (14/5), saat Markas Polrestabes Surabaya jadi sasaran bom bunuh diri.
Kemudian teror menyerang Riau, Rabu (16/5). Sejumlah terduga teroris melakukan penyerangan terhadap Markas Polda Riau. (osc/osc)