BNPT Minta Pemda Turut Awasi Warganya yang Pulang dari Suriah

RBC, CNN Indonesia | Jumat, 18/05/2018 01:16 WIB
BNPT Minta Pemda Turut Awasi Warganya yang Pulang dari Suriah Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Suhardi Alius (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Suhardi Alius meminta pemerintah daerah untuk turut berperan mengawasi bibit-bibit teroris di daerahnya masing-masing.

Suhardi mengatakan BNPT memang bertugas mengawasi tindak terorisme secara nasional, tetapi tentu masih ada celah yang luput, terutama di dareah.

Menurutnya, salah satu yang perlu diberi perhatian khusus adalah warga negara Indonesia yang pulang dari negara-negara yang identik dengan terorisme, seperti misalnya Suriah.


Hal ini dikarenakan banyak pelaku tindak terorisme yang mengaku berguru di negara-negara seperti itu, dan memang diajarkan paham-paham yang radikal selama berada di sana.
"Mereka itulah (pemerintah daerah) yang bantu monitoring yang pulang-pulang dari sana itu. Jadi memang ada bibit-bibit itu yang harus kita waspadai," kata Suhardi saat ditemui di Jakarta Pusat, Kamis (17/5).

Lebih lanjut ia menyatakan bahwa orang-orang yang kembali ke Indonesia setelah dididik menjadi radikal di luar negeri pun bisa mengajarkan paham-paham tersebut kepada orang lain. Salah satu contohnya adalah pelaku teror bom di Surabaya.

"Itu dia bermentor kepada orang yang pulang dari sana, bukan langsung. Jadi fenomena sekarang adalah kembalinya orang-orang dari luar ke Indonesia, itu menjadi tantangan sendiri buat kita," tuturnya.
Sebelumnya, rentetan bom mengguncang Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur. Dimulai pada Minggu (13/5), bom bunuh diri meluluhlantakan tiga gereja di Surabaya.

Malam harinya, bom meledak di salah satu kamar di Rusunawa Wonocolo, Sidoarjo. Diduga kuat bom meledak tak sengaja saat hendak dirakit oleh pelaku.

Teror bom berlanjut pada Senin (14/5), saat Markas Polrestabes Surabaya jadi sasaran bom bunuh diri.

Kemudian teror menyerang Riau, Rabu (16/5). Sejumlah terduga teroris melakukan penyerangan terhadap Markas Polda Riau. (osc/osc)