Bupati Tersangka, Wabup Buton Selatan Jadi Plt

Bimo Wiwoho, CNN Indonesia | Jumat, 25/05/2018 10:48 WIB
Bupati Tersangka, Wabup Buton Selatan Jadi Plt Bupati Buton Selatan Agus Feisal Hidayat digiring petugas saat tiba untuk menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (24/5). (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) langsung mengangkat Wakil Bupati Buton Selatan La Ode Arusani menjadi pelaksana tugas (Plt) Bupati Buton Selatan. La Ode Arusani akan menduduki jabatan itu mulai hari ini

Pengangkatan La Ode Arusani dilakukan lantaran Bupati Buton Selatan Agus Feisal Hidayat telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Surat sudah dikirim sore tadi. Wabup sebagai Plt Bupati Buton Selatan," tutur Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri Soemarsono kepada CNNIndonesia.com, Kamis (24/5) malam.


Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengaku telah menyiapkan surat penonaktifan Agus Feisal Hidayat ketika tahu bupati Buton Selatan tersebut berurusan dengan KPK. Dia pun mengaku sudah menyiapkan surat penunjukkan Plt.

Namun, dia baru mau mengirim itu ke Pemerintah Kabupaten Buton Selatan jika KPK sudah menetapkan Agus Feisal Hidayat sebagai tersangka.

"Begitu nanti KPK resmi, Pak Dirjen OTDA sekarang sudah menyiapkan surat. Sudah saya teken," kata Tjahjo.

Tjahjo menyesalkan kasus korupsi kembali menjerat kepala daerah. Padahal, kata Tjahjo, Kemendagri sudah berulang kali mengingatkan kepada penyelenggara pemerintahan agar senantiasa bekerja secara transparan.

Kemendagri pun telah sering menjelaskan area-area rawan korupsi, terutama pada tahap perencanaan anggaran.

"Ya kami mau ngomong apa lagi. Sistemnya sudah bagus semua. Kembali ke individunya," kata Tjahjo.
KPK menetapkan Bupati Buton Selatan Agus Feisal Hidayat dan kontraktor swasta Toni Kongres sebagai tersangka pada Kamis (24/5). Penetapan tersangka itu merupakan kelanjutan dari operasi tangkap tangan terhadap 11 orang yang dilakukan KPK sehari sebelumnya.

KPK menetapkan Agus Feisal Hidayat dan Toni Kongres sebagai tersangka setelah mendapat sejumlah barang bukti termasuk uang sebesar Rp409 juta.

"Meningkatkan status pemeriksaan, dengan dua orang tersangka sebagai diduga penerima yaitu AFH dan sebagai diduga pemberi TK sebagai kontraktor swasta," ujar Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan.

Dalam operasi tangkap tangan, KPK mencokok 11 orang, tujuh di antaranya di bawa ke Jakarta untuk dimintai keterangan lebih jauh. Jumlah itu mengerucut kepada Agus dan Tony sebagai tersangka.

TK alias Tony Kongres merupakan kontraktor swasta yang diduga membantu Agus melakukan tindakan rasuah. Tony berperan sebagai koordinator dan pengepul dana ke Agus. Agus diduga menerima uang Rp409 juta dari kontraktor berkaitan proyek-proyek di daerah yang ia pimpin.

Agus sebagai penerima uang terancam terjerat Pasal 12 ayat huruf a atau b, atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 Tipikor. Sementara Tony yang diduga berperan sebagai pemberi terancam kena jerat Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 UU Nomor 31/2009 tentang Tipikor.
(ugo)


BACA JUGA