JK Sebut Daftar Mubalig Dibuat Agar Tak Sembarangan Ceramah

Priska Sari Pratiwi, CNN Indonesia | Sabtu, 26/05/2018 03:37 WIB
JK Sebut Daftar Mubalig Dibuat Agar Tak Sembarangan Ceramah Jusuf Kalla khawatir masjid sebagai tempat ceramah justru digunakan untuk pertarungan politik. (CNN Indonesia/Lalu Rahadian)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Presiden Jusuf Kalla mendukung langkah Kementerian Agama yang mengeluarkan daftar 200 nama mubalig. Menurut JK, daftar nama itu berguna mengatur para mubalig agar tak sembarangan saat memberikan ceramah.

"Kalau dibiarkan sembarang apa saja, apalagi dengan ilmu yang tak terlalu dalam, bisa memecah belah bangsa ini," ujar JK saat memberikan sambutan dalam acara buka puasa di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Jumat (25/5).

Jika sembarangan, JK khawatir masjid sebagai tempat ceramah justru digunakan sebagai tempat pertarungan politik. Apalagi sampai memfitnah dan mengajarkan pada umat untuk memberontak pada negara yang berujung hukuman pidana.



"Tentu kita tidak inginkan, karena itu kita setuju ide ini," tuturnya.

Ia mengaku telah menyampaikan pada Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin untuk menambah daftar mubalig tersebut. Jumlah itu pun diketahui telah bertambah menjadi sekitar 565 mubalig usai pembahasan dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

"Ratusan ribu yang kita daftar. Tanpa (daftar nama) itu kita tidak bisa karena itu menjadi semacam kode etik apa yang harus dilakukan (mubalig)," kata JK.

Keberadaan daftar nama mubalig itu diyakini JK akan membuat para pemberi ceramah menjadi lebih bertanggung jawab.


"Tidak berarti mimbar masjid itu bebas sebebas-bebasnya. Nanti MUI dan pemerintah membuat kode etik apa yang harus dilakukan, jangan memecah belah bangsa, jangan seenaknya menghakimi orang. Tapi tanggung jawab, sama dengan dokter, wartawan (ada kode etiknya)," imbuh JK.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan daftar 200 nama mubalig bukan untuk memilah-milah mana juru dakwah yang boleh berceramah dan mana yang tidak boleh berceramah.

Lukman mengatakan nama-nama mubalig itu bisa berubah di kemudian hari sesuai masukan dari tokoh ulama dan ormas Islam. Politikus Partai Persatuan Pembangunan ini berharap masyarakat bisa memanfaatkan ilmu para mubalig itu.

"Ini daftar yang sangat dinamis dan akan senantiasa mengalami updating dan perubahan penambahan," kata Lukman.
(pmg/pmg)