Menteri Kesehatan Nila Moeloek mengatakan para sopir bus antarprovinsi akan mendapat pemeriksaan sebelum berangkat. Menurutnya akan sangat telat apabila cek kesehatan dilakukan di area peristirahatan saja.
Dalam pemeriksaan itu setidaknya ada standar kesehatan yang menurut Nila harus dipenuhi oleh para sopir seperti tekanan darah sekitar 120/80 hingga 130/90. Lebih dari itu sopir akan disarankan beristirahat dahulu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Antisipasi serupa juga datang dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta. Koesmedi Priharto selaku Kadis Kesehatan mengaku memakai pendekatan jemput bola guna meminimalisasi kecelakaan akibat gangguan kesehatan sopir.
Hal itu terjadi lantaran ada beberapa bus yang berganti sopir ketika armada keluar dari mulut terminal. Namun Koesmedi sudah meminta Dinas Perhubungan untuk memaksa PO bus memasang identitas sopir yang bertugas di dalam bus.
Kemudian ada juga ihwal sopir bus yang terlalu rajin membawa penumpang akibat kejar setoran. Untuk hal itu, Koesmedi mengaku masih mencari jalan keluarnya dengan para pemilik PO bus.
Dinas Kesehatan DKI Jakarta memperkirakan ada sekitar 1.390 sopir bus antarkota antarprovinsi (AKAP) yang mereka periksa selama musim mudik tahun ini. Mereka berjanji memperketat pemeriksaan guna mengurangi risiko kecelakaan di jalan.
Kemenkes sendiri sudah menyiapkan 3.910 fasilitas layanan kesehatan di sepanjang jalur mudik tahun ini. Dari angka itu, sekitar 48 terminal menjadi titik cek kesehatan sopir bus mulai dari H-10 hingga H+10. (age)