Tekan Potensi Kecelakaan, Cek Kesehatan Sopir Jadi Prioritas

Bintoro Agung, CNN Indonesia | Rabu, 06/06/2018 05:25 WIB
Tekan Potensi Kecelakaan, Cek Kesehatan Sopir Jadi Prioritas Foto: CNN Indonesia/Bintoro Agung Sugiharto
Jakarta, CNN Indonesia -- Kesehatan pengemudi bus antarprovinsi menjadi perhatian bagi jajaran dinas kesehatan pada musim mudik tahun ini. Kesehatan pengemudi menjadi penting sebab menyangkut keselamatan nyawa penumpang yang mereka angkut.

Menteri Kesehatan Nila Moeloek mengatakan para sopir bus antarprovinsi akan mendapat pemeriksaan sebelum berangkat. Menurutnya akan sangat telat apabila cek kesehatan dilakukan di area peristirahatan saja.

Dalam pemeriksaan itu setidaknya ada standar kesehatan yang menurut Nila harus dipenuhi oleh para sopir seperti tekanan darah sekitar 120/80 hingga 130/90. Lebih dari itu sopir akan disarankan beristirahat dahulu.
"Kalau misalnya tetap tinggi sampai 200, itu bahaya. Kami harus atasi dengan memberikan obat," ucap Nila kala berkunjung ke Terminal Kampung Rambutan, Selasa (5/6).


Nila menyarankan, selain wajib ada dua sopir dalam satu bus, setidaknya mereka harus beristirahat ketika sudah empat jam berkendara. Tak lupa juga ia mengingatkan agar para sopir tak mengonsumsi zat-zat adiktif yang berisiko merusak konsentrasi.

Antisipasi serupa juga datang dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta. Koesmedi Priharto selaku Kadis Kesehatan mengaku memakai pendekatan jemput bola guna meminimalisasi kecelakaan akibat gangguan kesehatan sopir.
"Yang di kecamatannya ada PO bus kita datangi," tukas Koesmedi.

Kendati demikian kendala tak selesai di sana. Menurut Koesmedi masih ada masalah-masalah kecil yang belum teratasi semisal sopir bus yang sudah diperiksa kesehatannya ternyata bukan sopir yang bakal menyetir.

Hal itu terjadi lantaran ada beberapa bus yang berganti sopir ketika armada keluar dari mulut terminal. Namun Koesmedi sudah meminta Dinas Perhubungan untuk memaksa PO bus memasang identitas sopir yang bertugas di dalam bus.

Kemudian ada juga ihwal sopir bus yang terlalu rajin membawa penumpang akibat kejar setoran. Untuk hal itu, Koesmedi mengaku masih mencari jalan keluarnya dengan para pemilik PO bus.

Dinas Kesehatan DKI Jakarta memperkirakan ada sekitar 1.390 sopir bus antarkota antarprovinsi (AKAP) yang mereka periksa selama musim mudik tahun ini. Mereka berjanji memperketat pemeriksaan guna mengurangi risiko kecelakaan di jalan.

Kemenkes sendiri sudah menyiapkan 3.910 fasilitas layanan kesehatan di sepanjang jalur mudik tahun ini. Dari angka itu, sekitar 48 terminal menjadi titik cek kesehatan sopir bus mulai dari H-10 hingga H+10. (age/age)