PKS Tindaklanjuti Usulan Rizieq Shihab soal Koalisi Umat

DZA, CNN Indonesia | Kamis, 07/06/2018 04:38 WIB
PKS Tindaklanjuti Usulan Rizieq Shihab soal Koalisi Umat Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyebut ada 3 poin penting terkait koalisi keummatan yang dibahas dalam pertemuan Rizieq Shihab dengan rombongan PKS di Mekah. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera mengatakan partainya saat ini tengah menindaklanjuti usulan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab yang meminta agar PKS, Gerindra, Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Bulan Bintang (PBB) membentuk koalisi keummatan.

Koalisi itu diusulkan Rizieq saat bertemu Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais, Wakil Ketua Umum DPP PAN Hanafis Rais, dan lain-lain di Mekah, Arab Saudi.

Mardani mengatakan, usulan itu juga disampaikan Rizieq saat kedatangan rombongan PKS, di antaranya Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al-Jufri, Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini, dan Anggota Komisi III DPR Aboe Bakar Al Habsyi di tempat yang sama saat menerima rombongan Prabowo dan Amien Rais cs.


Wakil Ketua Komisi II DPR ini menjelaskan pertemuan Rizieq dengan rombongan PKS tersebut membicarakan tiga poin penting mengenai pembentukan koalisi keummatan.

"Pertama kita menyepakati item-item besarnya, seperti apa sih platform dari koalisi ini. Jangan sampai yang terjadi adalah kita kumpul tapi tidak ada isinya," kat Mardani di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (6/6).

Hal kedua yang perlu ditindaklanjuti, lanjut Mardani, yakni penjajakan dengan partai lain, dalam hal ini Gerindra, PAN, dan PBB. Setelah itu, baru menentukan siapa bakal capres dan cawapres yang diusung untuk Pilpres 2019.

"Yang kedua tentu penjajakan. Siapa saja anggota koalisi kita. Yang ketiga baru seperti apa sih capres dan cawapres," ujar dia.

Mardani menyebut pembahasan koalisi umat akan diintensifkan setelah Lebaran, sementara deklarasinya kemungkinan dilakukan sebelum Pilkada serentak 2018 yang tentunya akan mempengaruhi suara pemilih.

"Iya niatnya habis Lebaran akan diintenskan. Kalau diumumkan sebelum pilkada itu akan baik buat pilkada kami," kata Mardani.

Mengenai soal isu perpecahan antara PKS dengan Gerindra dan PAN saat mengunjungi Rizieq di Mekah, Mardani membantahnya. Menurut dia, keberangkatan rombongan Gerindra dan PAN dengan PKS berbeda. Perbedaan pemberangkatan itu bukan berarti karena ada perpecahan di dalamnya.

"Kemarin waktunya mestinya barengan. Tapi karena memang jadwalnya ustad Salim dan pimpinan PKS belakangan, monggo (Gerindra dan PAN) jalan saja dulu," ujar Mardani.

Rizieq Shihab sebelumnya mengusulkan agar Gerindra, PAN, PKS, dan PBB membentuk koalisi keummatan. Usulan itu disampaikan pimpinan FPI tersebut saat menerima kunjungan Prabowo Subianto, Amien Rais, Hanafis Rais, dan lain-lain di kediamannya di Mekah. (osc/osc)