"Kritik itu obat kuat. Kalau tidak dikritik partai luar pemerintah, kami sendiri nyari kok kritiknya enggak ada. Kritik dalam bentuk apapun kami nikmati," kata Pramono di kantornya, Jakarta, Rabu (6/6).
Hal ini disampaikan Pramono menyikapi kritik Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera, bahwa pemerintah menyerah mengatasi masalah kemacetan dalam arus mudik serta balik lebaran tahun ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pramono menyatakan pemerintah tahun ini lebih siap dan matang menghadapi arus mudik dan balik dibandingkan tahun lalu, misalnya dengan membuka jembatan dan jalan tol fungsional yang bisa menjadi opsi jalan masyarakat.
Terpisah, Moeldoko membantah pemerintah menyerah menangani kemacetan saat lebaran. Ia menuturkan dirinya hanya memberi tahu titik-titik kritis di balik banyaknya usaha pemerintah mempersiapkan arus mudik dan balik.
Titik kritis kedua berada di KM294 karena pemudik akan mengalami transisi dari jalur operasional menuju fungsional sehingga mempengaruhi kecepatan.
Titik ketiga berada di Jembatan Kalikuto yang baru bisa beroperasi pada H-2 lebaran.
"Maka saya mohon bersabar karena hal logis dan wajar terhadap yang saya sampaikan. Saya mohon maaf kalau nantinya masih menghambat. Tapi percayalah pemerintah sudah berusaha semaksimal mungkin dan sudah dicek satu per satu," tutur Moeldoko. (osc)