Nasib Lebaran Warga Kampung Akuarium di Era Ahok Hingga Anies

Muhammad Andika Putra, CNN Indonesia | Kamis, 14/06/2018 18:41 WIB
Nasib Lebaran Warga Kampung Akuarium di Era Ahok Hingga Anies Ada perbedaan di Kampung Akuarium hari ini ketimbang dua tahun terakhir. Tak ada lagi puing-puing yang berserakan usai penggusuran. (CNN Indonesia/M. Andika Putra).
Jakarta, CNN Indonesia -- Matahari terik menyinari Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara, siang ini. Mayoritas warga berada dalam selter berukuran 3X5 meter, sementara warga lain melakukan kegiatan masing-masing.

Puing-puing bangunan tak lagi menghiasi Kampung Akuarium. Tanah di kampung itu sudah diratakan dan terlihat rapi. Pada beberapa sudut terlihat pohon kecil yang baru ditanam.

Pemandangan itu jelas membaik ketimbang dua tahun belakang pasca penggusuran era Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Saat itu puing bangunan bertebaran dimana-mana, warga tinggal pada rumah seadanya.


"Perayaan lebaran tahun ini yang berbeda hanya selter dan tanah yang rata aja. Sisanya sama semua," kata Ketua RT Kampung Akuarium Topaz (32) kepada CNNIndonesia.com.

Topaz menjelaskan pembangunan selter rampung pada pertengahan Maret lalu. Ada 90 selter yang dua diantaranya digunakan untuk fasilitas sosial dan fasilitas umum. Sisa 88 selter ditempati oleh 85 keluarga.

Perbedaan lain, kata Topaz, Kampung Akuarium memiliki Musala Al-Ma'mur. Gubernur DKI Anies Baswedan sempat mengunjungi musala itu saat rampung dibangun pada akhir Mei lalu.

"Kami akan salat Id di sana, di bagian luar akan digelar tikar. Untuk imam dan khotib kami undang dari Muara Baru," kata Topaz.


Perayaan Idul Fitri tidak berhenti setelah salat, warga akan santap ketupat bersama di sebelah mushola. Ketupat itu merupakan hasil masakan warga Kampung Akuarium yang dikumpulkan menjadi satu.

"Acara itu untuk warga sekitar. Tapi kami juga undang warga sini yang udah pindah rumah susun. Kami juga undang mereka untuk solat," kata Topaz.
Nasib Lebaran Warga Kampung Akuarium di Era Ahok Hingga AniesAktivitas wara Kampung Akuarium. (CNN Indonesia/M. Andika Putra)

Sayang, kata Topaz, santap ketupat tersebut diprediksi tidak terlalu ramai lantaran banyak warga yang mudik. Mereka mudik setelah dua tahun tidak pulang ke kampung halaman.

Hal itu juga dirasakan Kahar Mohamad (21). Menurutnya perayaan lebaran tahun ini bakal lebih sepi ketimbang tahun lalu.

"Setelah di gusur banyak yang sedih dan banyak yang nangis, mereka bingung makanya enggak mudik," kata Kahar.

Nasib Lebaran Warga Kampung Akuarium di Era Ahok Hingga AniesMusala Kampung Akuarium yang dibangun di era Anies Baswedan. (CNN Indonesia/M. Andika Putra)

Kahar mengaku tinggal di Kampung Akuarium sejak lahir. Sejak tahun lalu ia mengekos agar dekat dengan kantor yang bergerak di bidang produksi jendela.

Tahun ini ia memanfaatkan hari libur untuk bertemu kedua orang tuanya. Terlebih kondisi Kampung Akuarium lebih baik dari dua tahun belakangan.

"Ini lebaran pertama yang ada shelter sejak penggusuran, kisah sedih kemarin sudah mulai dilupakan. Saya salut sama Anies, tapi namanya politik jangan lihat sampai di sini aja, lihat nanti ke depan bagaimana," kata Kahar.

Lebih lanjut, Topaz belum tahu kapan hunian permanen akan dibangun oleh Pemerintah Provinsi DKI. Saat ini Kampung Akuarium sedang dalam tahap penyiapan community action plan (CAP) yang diperkirakan selesai pada bulan November mendatang.

"Sejauh ini kami baru sekali ketemu konsultan dari pemerintah. Kami menyampaikan apa yang warga inginkan," kata Topaz.

[Gambas:Video CNN] (osc)