Kader PKS Minta Maaf Usai Hina Yahya Staquf ke Israel

Christie Stefanie, CNN Indonesia | Minggu, 17/06/2018 20:40 WIB
Kader PKS Minta Maaf Usai Hina Yahya Staquf ke Israel Katib Am PBNU Yahya Cholil Staquf. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kader Partai Keadilan Sosial Salman Alfarisi meminta maaf karena menghina anggota Wantimpres Yahya Cholil Staquf yang berangkat dan mengisi kuliah di Israel beberapa waktu lalu.

"Dengan kerendahan hati saya meminta maaf kepada: bapak Prof. Yahya Staquf, Warga nahdhiyyin dan DPP PKS atas postingan saya yang menampilkan kata-kata kurang pantas," kata Salman melalui akun Facebook-nya.

Beberapa hari lalu, Salman mengunggah gambar bertuliskan hinaan kepada Yahya melalui akun Facebook-nya. Unggahan itu kemudian jadi polemik di media sosial Twitter.


"Tak Puas jadi Wantimpres di Istana Negara.. Cecunguk itu Angkat Telor Cari Muka ke Israel.. Mau Merangkap Jadi Wantimpres Israel?" unggah Salman, Selasa lalu.



Unggahan itu kini sudah hilang dari laman Facebook-nya dan Salman langsung meminta maaf karena hal itu memicu penolakan dari banyak pihak.

"Kata-kata yang saya sampaikan sangat emosional dan itu karena menyangkut perjuangan rakyat Palestina yang selama ini kami perjuangkan di Indonesia," kata Salman.

Ia menegaskan unggahan itu tidak bermaksud menyinggung anggota Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU).

"Kemudian saya sampaikan bahwa postingan tersebut karena kekhilafan saya pribadi dan tidak ada kait-mengait dengan PKS dari tingkat pusat hingga ranting yang juga sedikit banyak berimbas kepada PKS selaku partai dakwah yang menjunjung tinggi nilai dakwah yang hikmah dan mauizhah hasanah," ucapnya.

Selain Salman, kader PKS lainnya Tifatul Sembiring juga sibuk 'meramaikan' polemik keberangkatan Yahya ke Israel. Di akun Twitter-nya, Tifatul mengajukan tiga pertanyaan kepada Yahya.

"Mas Yahya boleh nanya enggak? Kunjungan ke Israel ini atas suruhan Presiden atau iso isoan jenengan dewe' ae? Waktu ketemu Netanyahu sempet tanya nggak, mengapa Israel membantai 60 penduduk Ghaza pas 2 hari sebelum puasa?" cuit Tifatul melalui Twitter.

Cuitan itu dibalas 427 orang. Tifatul pun terlihat menjawab kembali hampir setiap cuitan yang membalasnya. (wis)