"Dengan kerendahan hati saya meminta maaf kepada: bapak Prof. Yahya Staquf, Warga nahdhiyyin dan DPP PKS atas postingan saya yang menampilkan kata-kata kurang pantas," kata Salman melalui akun Facebook-nya.
Beberapa hari lalu, Salman mengunggah gambar bertuliskan hinaan kepada Yahya melalui akun Facebook-nya. Unggahan itu kemudian jadi polemik di media sosial Twitter.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Gambas:Twitter]
"Kata-kata yang saya sampaikan sangat emosional dan itu karena menyangkut perjuangan rakyat Palestina yang selama ini kami perjuangkan di Indonesia," kata Salman.
"Kemudian saya sampaikan bahwa postingan tersebut karena kekhilafan saya pribadi dan tidak ada kait-mengait dengan PKS dari tingkat pusat hingga ranting yang juga sedikit banyak berimbas kepada PKS selaku partai dakwah yang menjunjung tinggi nilai dakwah yang hikmah dan mauizhah hasanah," ucapnya.
Selain Salman, kader PKS lainnya Tifatul Sembiring juga sibuk 'meramaikan' polemik keberangkatan Yahya ke Israel. Di akun Twitter-nya, Tifatul mengajukan tiga pertanyaan kepada Yahya.
Cuitan itu dibalas 427 orang. Tifatul pun terlihat menjawab kembali hampir setiap cuitan yang membalasnya. (wis)