Hal itu menyusul pernyataan Dedi Mulyadi yang menyebut #2019GantiPresiden berkontribusi menggembosi perolehan suaranya bersama Cagub Deddy Mizwar.
Kaus dengan tagar #2019GantiPresiden sempat jadi sorotan masyarakat Jabar setelah pasangan calon gubernur-wakil gubernur Jabar nomor urut tiga Sudrajat-Ahmad Syaikhu membentangkannya pada debat kedua di Universitas Indonesia, Mei.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum masa pemungutan suara sejumlah lembaga survei menyatakan bahwa Pasangan Calon Kepala Daerah Jawa Barat nomor urut tiga Sudrajat-Ahmad Syaikhu diprediksi tidak bakal banyak mendulang suara di Pilkada Jawa Barat.
Data terakhir LSI Denny JA menunjukan pasangan Ridwan-Uu memperoleh suara sebanyak 32,98 persen; Mayjen Sudrajat-Ahmad Syaikhu 27,98 persen; Dedy Mizwar-Dedi Mulyadi 26,07 persen; sementara Tubagus Hasanudin-Anton Charliyan memperoleh suara 12,98 persen.
Melihat kesuksesan propaganda #2019GantiPresiden di Pilkada Jawa Barat, Sohibul mengatakan pihaknya bakal terus menggunakan jargon itu hingga Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang.
"iya kan pada dasarnya tagar itu kan temanya ganti presiden dan tentu akan sampai dengan 2019, bukan untuk Pilkada saja," ujarnya.
(aal)