Fahri Hamzah Sindir Jokowi Sekadar Penggunting Pita Proyek

Dhio Faiz, CNN Indonesia | Rabu, 04/07/2018 15:43 WIB
Fahri Hamzah Sindir Jokowi Sekadar Penggunting Pita Proyek Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah kembali mengkritik kerja Joko Widodo sebagai Presiden RI. (CNN Indonesia/Abi Sarwanto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menyindir kerja Joko Widodo sebagai Presiden Republik Indonesia. Fahri menilai Indonesia tidak maju karena Jokowi tidak mengerti cara mengurus sebuah negara.

"Harusnya yang mampu dilakukan Presiden itu skalanya harus agak ditingkatkan menjadi mengurus negara, bukan menjadi pintu proyek, bukan jadi penggunting pita, atau pintu pengadaan," kata Fahri saat berpidato di Halalbihalal PP Muhammadiyah di Jakarta, Rabu (4/7).

Fahri mengibaratkan Indonesia sebagai perusahaan. Jokowi berposisi sebagai direktur utama dan Muhammadiyah sebagai komisaris karena memiliki sumbangsih dalam mendirikan bangsa.


Dia meminta Muhammadiyah selaku komisaris berperan aktif untuk memperbaiki kondisi bangsa.

"Semua yang dikeluhkan tadi adalah karena skala negara yang enggak dipahami dengan baik dan karenanya [Jokowi] harus kembali datang ke Komisaris, minta dijewer oleh komisaris. Saya kira itulah tugas Muhammadiyah," ucap Fahri disambut gelak tawa hadirin.
Fahri Hamzah Singgung Jokowi Sekadar Penggunting Pita ProyekPresiden Joko Widodo meresmikan jalan tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu Seksi 1B & 1C. (CNN Indonesia/Safir Makki)

Jokowi sejak menjabat sebagai Presiden RI gencar membangun proyek infrastruktur seperti jalan tol, bendungan, bandara, dan pembangkit tenaga listrik.

Proyek infrastruktur selama pemerintahan Jokowi telah banyak memberi perubahan. Sejumlah kalangan menilai positif perbaikan infrastruktur di era pemerintahan Jokowi.

Fahri bagaimanapun mengkritik proyek infrastruktur Jokowi itu dengan menyebutnya hanya menguntungkan orang kaya. Fahri mencontohkan lewat proyek tol.

Menurutnya, pembangunan tol tidak berdampak positif bagi seluruh masyarakat.

"Tol itu untuk mobil, yang naik mobil orang kaya. Berapa sih tambahan bus gara-gara orang bangun tol? Tidak banyak. Yang jelas orang kaya tambah enak karena pakai tol, pakai mobil pribadi," ujar Fahri di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (26/6).

Fahri menilai pembangunan banyak tol justru membuat negara terbebani. Sebab ia menilai banyak pemilik mobil pribadi yang masih menggunakan bahan bakar subsisdi pemerintah. (wis)