Menurut Johnny, Anies bukan ancaman karena sampai saat ini belum ada partai politik yang mengusung mantan Mendikbud itu sebagai calon presiden atau wakil presiden di Pilpres 2019.
"Pak Anies maju sebagai capres harus ada parpolnya dulu. Nah, kalau di koalisi pak Jokowi enggak mungkin. Koalisi pak Jokowi sudah ada capresnya, pak Jokowi. Harus di koalisi sebelah. Koalisi sebelah bentuk dulu," ujar dia di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (4/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau secara lembaga survei hanya mensurvei dua tokoh nasional yang bersaingnya cukup berat, pak Jokowi dan pak Prabowo walaupun selisihnya masih sangat jauh. Yang satu elektabilitasnya masih 20 persen yang satu 60 persen. Masih sangat jauh perbedaannya," ujar dia.
"Ya, bagus dong. Pak JK bawa Pak Anies sebagai gubernur DKI ke mana-mana. Karena keberhasilan Pak Jokowi juga ditentukan oleh keberhasilan gubernur-gubernur," ujar dia.
Sementara itu, politikus PDIP Alex Indra Lukman mengatakan PDIP tidak khawatir soal kedekatan JK dan Anies.
Menurutnya, kedekatan JK dengan Anies tak terkait Pilpres 2019, dan harus dimaknai sebagai kerukunan antar pemimpin dalam mencari solusi bagi permasalahan bangsa.
Anies sudah dua kali berada satu mobil dengan JK. Pertama, Anies menumpang di mobil JK untuk menuju Balai Kota DKI usai salat Jumat. Kedua, Anies semobil dengan JK saat menghadiri halalbihalal Muhammadiyah siang tadi. (wis)