Ketum PPP: Tidak Ada Nama Anies Baswedan Jadi Cawapres Jokowi

Kustin Ayuwuragil, CNN Indonesia | Rabu, 04/07/2018 23:32 WIB
Ketum PPP: Tidak Ada Nama Anies Baswedan Jadi Cawapres Jokowi Ketum PPP Romi tanggapi manuver Anies Baswedan dan Jusuf Kalla. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Romahurmuziy (Romi) menduga Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sedang mendekati istana untuk kepentingan politik pemilihan presiden (pilpres) 2019.

Menurut Romi, kedekatan Anies dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) belakangan ini sudah banyak yang salah menafsirkan. Menurut Romi, isu yang justru berkembang, JK yang sedang mendekati mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Menedikbud) itu. 

"Jangan dibalik. Bukan istana yang melakukan pendekatan. Anies melakukan pendekatan. Sebagai seorang figur publik dan politisi dia memiliki keinginan-keinginan yang tidak terungkap tapi termonitor. Yang saya tangkap memang keinginan maju dikontestasi politik," papar Romi di Kantor DPP PPP, Jakarta, Rabu (4/7).



Kendati demikian, Romi mengaku belum pernah mendengar nama Anies masuk dalam daftar nama calon wakil presiden (cawapres) Joko Widodo di pilpres tahun depan. Romi malah memandang Anies justru sedang mendekati pihak mana saja yang berminat menggandengnya.

"Saya belum pernah mendengar ada nama Anies Baswedan untuk bakal jadi wakil presidan Pak Jokowi," katanya.


Sebelumnya, Romi mengatakan nama-nama cawapres yang akan diusung bersama Jokowi akan dibahas bersama-sama dan diumumkan hasilnya sebelum 15 Juli 2018.

Ketum PPP: Tidak Ada Nama Anies Baswedan Jadi Cawapres JokowiAnies Baswedan makin mesra dengan wapres JK di berbagai kesempatan. (Biro Setwapres)


Ridwan-Uu Bahas Hasil Pilkada dengan PPP

Sementara itu, Romi menerima pasangan calon gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (RK-Uu) di kantor DPP PPP, Rabu (4/7). Pertemuan ini menurut Romi dalam rangka membahas hasil Pilkada Jabar.

Pembahasan ini juga berhubungan dengan telah diumumkannya secara resmi oleh PKS bahwa pasangan Rindu memperoleh suara lebih tinggi dari pasangan Sudrajat-Syaikhu.

"Akhirnya PKS secara resmi mengumumkan bahwa Rindu mendapatkan 32,9 persen dan ini terpaut sekitar 5 persen dengan Sudrajat-Syaikhu sehingga ini mengakhiri spekulasi tentang siapa Pemenang Pilkada di Jabar," ujar Romi.


Setelah pengakuan itu, PPP mengklaim bahwa hasil Pilkada tersebut sudah sah secara de facto. Romi mengapresiasi sikap ksatria lawan politik yang sudah mengakui kekalahan dalam perlombaan.

"Kita juga mengajak seluruh komponen politik di Jabar untuk kembali bersatu untuk meneruskan agenda agenda politik nasional terutama setahun ke depan kita akan berhadapan dengan pileg dan Pilpres," imbuhnya.

Dia meminta seluruh inisiasi ujaran kebencian, hoaks, dan fitnah yang sempat beredar selama pilkada serentak tidak dilanjutkan hingga pilpres mendatang.

Selain menemui pasangan cagub Jabar, Romi mengungkap bahwa malam ini pihaknya juga akan menerima pasangan cagub cawagub Jatim, Khofifah Indra Parawangsa dan Emil Dardak. Agenda pertemuan mereka akan sama dengan pertemuan RK-Uu yang membahas hasil Pilkada.

(DAL/DAL)