Penangkapan terhadap pelaku penjambretan dan begal tersebut dilakukan dalam Operasi Kewilayahan Mandiri di wilayah yang masuk jajaran hukum Polda Metro Jaya. Operasi tersebut dilakukan sejak 3 Juni hingga 3 Agustus mendatang.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan puluhan pelaku yang ditembak itu karena melakukan perlawanan terhadap petugas. Dua pelaku yang tewas disebut karena kehabisan darah saat menuju ke rumah sakit. Keduanya merupakan pelaku jambret di Jakarta Barat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terdapat juga 314 pelaku yang dilakukan pembinaan. Pembinaan tersebut, dikatakan Argo karena mereka tidak terbukti melakukan tindak pidana tetapi diduga terlibat dalam aksi kejahatan jalanan lain seperti pencurian motor dan penodongan.
"Ada berbagai macam barang bukti yang sudah kita kumpulkan, ada sepeda motor, sajam (senjata tajam), golok, senpi (senjata api) rakitan," kata Argo.