Dari 16 nama itu, lima besar ditempati oleh eks Ketua KPK Abraham Samad, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, eks Menko Perkonomian Rizal Ramli, Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang (TGB), dan Gubernur DKI Anies Baswedan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kunto menjelaskan, pentingnya survei soal cawapres yang berintergritas dan memiliki komitmen yang kuat untuk memberantas korupsi ini terkait banyaknya harapan publik soal cawapres dengan kategori ini.
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, di Jakarta, Minggu, 15 Juli. (CNN Indonesia/Andry Novelino) |
"Jadi penelitian sebelumnya, publik menaruh asa agar pemerintahan ke depan memiliki komitmen anti korupsi yang tercermin dari jawaban responden tentang latar belakang calon wakil presiden yang didominasi dengan jawaban pegiat antikorupsi sebesar 90,2 persen," kata Kunto.
Tidak hanya itu, Kunto juga menyebut bahwa FGD itu menghasilkan pandangan bahwa pemerintahan saat ini lebih baik dalam menangani korupsi (45 persen responden).
[Gambas:Twitter]
Sementara, 17 persen menganggap lebih buruk dan 38 persen memandang bahwa penanganan korupsi di rezim ini sama saja dengan rezim sebelumnya.
"Mayoritas peserta FGD menyatakan pemerintahan ini tidak lebih baik dari pemerintahan yang lalu dalam penanganan korupsi, hal ini merupakan lampu kuning bagi Pak Jokowi. Perlu terobosan untuk mengembalikan kepercayaan publik bahwa pemerintah bersungguh-sungguh memberantas korupsi." kata Kunto.
Dari FGD itu pula, lanjutnya, terungkap bahwa 21 persen responden menganggap hukuman penjara seumur hidup adalah hukuman yang sesuai untuk napi tipikor.
"Bahkan beberapa peserta FGD mengusulkan hukuman potong tangan atau dipermalukan di muka umum kepada napi koruptor," tandas Kunto.
Sebelumnya, survei yang dilakukan oleh Alvara, 17 Januari sampai 7 Februari 2018, mengungkap bahwa ada tiga pertimbangan utama pemilih dalam memilih sosok capres. Yakni, jujur, dekat dengan rakyat, dan bebas korupsi.
Gubernur NTB, Muhammad Zainul Majdi, di Jakarta, Rabu, 11 Juli. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
Survei ini melibatkan 2.203 responden melalui wawancara tatap muka dan kuesioner.
(arh/sur)
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, di Jakarta, Minggu, 15 Juli. (
Gubernur NTB, Muhammad Zainul Majdi, di Jakarta, Rabu, 11 Juli. (