Pemprov DKI Akan Uji Operasional LRT Selama Asian Games

Dias Saraswati, CNN Indonesia | Rabu, 08/08/2018 05:23 WIB
Pemprov DKI Akan Uji Operasional LRT Selama Asian Games Gerbong kreta Light Rail Transit LRT di stasiun Kelapa Gading, Jakarta (15/7). Satu gerbong LRT dapat menampung hingga 135 orang. Sedangkan kapasitas angkut penumpang ditargetkan 110.000 orang/hari. (Foto: CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana akan melakukan uji operasional Light Rail Transit (LRT) selama pelaksanaan Asian Games 2018.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andri Yansyah mengatakan sebelum pelaksanaan uji operasional tersebut pihaknya masih menunggu sertifikasi yang diberikan oleh Kementerian Perhubungan.

Setelah sertifikasi tersebut diberikan, Dishub DKI akan mengeluarkan izin untuk uji operasional tersebut.


"Yang jelas kita uji coba sementara, uji operasional nama istilahnya, sampai pelaksanaan Asian Games. Setelah itu akan dilihat lagi untuk finalisasi semua sarana dan prasarananya," tutur Andri di Balai Kota Jakarta, Selasa (7/8).
Nantinya, setelah uji operasional tersebut pihak Jakarta Propertindo (Jakpro) selalu kontraktor untuk menyelesaikan pembangunan stasiun LRT tersebut.

Terpisah, Direktur Pengembangan Bisnis Jakpro Hendra Lesmana mengatakan uji operasi tersebut rencanannya akan dilakukan pada 10 Agustus mendatang.

Hendra menyampaikan uji operasional tersebut diperkirakan akan memakan waktu hingga tiga bulan ke depan.

"Tiga bulan kalau saya tidak salah untuk uji operasi," ucap Hendra
Dihubungi terpisah, Direktur Utama Jakpro Dwi Wahyu Haryono mengatakan uji operasional tersebut akan dilakukan bersamaan dengan peresmian Jakarta Internasional Velodrome.

"Nanti akan diuji coba dengan sistem undangan dan masih gratis, undangan bisa termasuk para stakeholder, siswa sekolah media dan sebagainya," tutur Dwi saat dikonfirmasi, Selasa (7/8).

Sebelumnya, LRT direncanakan sudah mulai beroperasi pada 10 Agustus mendatang. Awalnya, LRT Jakarta Fase I dibangun sebagai moda transportasi untuk mendukung pelaksanaan Asian Games 2018.

Proyek pembangunan sepanjang 5,8 kilometer ini menelan biaya Rp5,8 triliun atau Rp1 triliun per kilometer. (age/age)