Menelusuri 'Taman Hidung Belang' di Apartemen Selatan Jakarta

SAH, CNN Indonesia | Sabtu, 11/08/2018 12:40 WIB
Menelusuri 'Taman Hidung Belang' di Apartemen Selatan Jakarta Salah satu sudut taman Tower Flamboyan, Kalibata City, Kamis (9/8). (CNN Indonesia/Setyo Aji Harjanto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Penghuni apartemen berulangkali memergoki dugaan transaksi prostitusi yang terang-terangan di Taman Tower Flamboyan, Apartemen Kalibata City, Jakarta, atau yang disebut kepolisian sebagai 'Taman Hidung Belang'.

Di area taman yang memiliki lebar sekitar 12 meter x 10 meter, terdapat wahana permainan anak-anak, seperti ayunan dan perosotan.

Tak ketinggalan, sejumlah bangku panjang tanpa sandaran yang terbuat dari coran semen. Selain itu, ada semacam bundaran yang diisi oleh tanaman hias yang besar di tengahnya. Tembok pembatas bundaran ini juga bisa dimanfaatkan pengunjung untuk duduk.


Banyak orang tua yang mengajak anaknya ke sana untuk sekedar bermain, atau penghuni untuk sekedar duduk mengobrol. Lingkungannya tampak bersih dan rapi.

Tak diduga, lokasi pelepas penat ini menjadi salah satu sudut kompleks apartemen untuk melakukan transaksi seksual.

Hal itu ditegaskan lewat temuan Polda Metro Jaya yang sukses mengungkap praktik prostitusi yang melibatkan perempuan yang masih berkategori usia anak di apartemen ini.

Dua anak bermain di taman tower Falamboyan, Kalibata City, Kamis (9/8).Dua anak bermain di taman tower Flamboyan, Kalibata City, Kamis (9/8). (CNN Indonesia/Setyo Aji Harjanto)
Kepala Subdirektortat Remaja Anak dan Wanita Ditreskrimum Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Azhar Nugroho menyebut satu taman yang dijadikan tempat pertemuan pria hidung belang dengan para Pekerja Seks Komersial (PSK).

Lokasi yang bernama Taman Tower Flamboyan itu disebut sangat dikenal di kalangan pengguna jasa prostitusi.

Usai penggrebekan itu, CNNIndonesia.com mencoba menyambangi lokasi Taman 'Hidung Belang' tersebut. Tidak terlihat transaksi antara mucikari atau pramuria dengan pelanggannya.


Hanya terdapat beberapa penghuni apartemen yang tengah duduk-duduk sambil sibuk memainkan ponsel pintar mereka.

Namun, penghuni apartemen, Imam (23), mengaku sering melihat dugaan transaksi antara mucikari, PSK, dan pelanggan di lingkungan Kalibata City. Transaksi itu dilakukan secara terang-terangan.

Tempat pertemuannya memang di Taman Tower Flamboyan. Selain itu, para pelanggan menunggu di sejumlah tower apartemen.

Jajaran Direskrimum Polda Metro Jaya memamerkan barang bukti kasus porstitusi di Klaibata City.Jajaran Direskrimum Polda Metro Jaya memamerkan barang bukti kasus porstitusi di Klaibata City. (CNN Indonesia/Gloria Safira Taylor)

"Mereka juga biasanya ketemuan di lobi dan di taman juga," ujar pria yang sudah empat tahun tinggal di sana, kepada CNNIndonesia.com, Kamis (9/8).

Ilman Alanton (24), penghuni apartemen Kalibata City lainnya, mengatakan para pramuria tak hanya ditemui di taman tower Flamboyan. Dia seringkali mendapati perempuan yang patut diduga sebagai PSK di beberapa sudut apartemen.

Biasanya, mereka tampak di taman-taman dan minimarket di wilayah apartemen Kalibata City, jelang malam hari.

"Kadang juga ada lelaki-lelaki yang datang, tapi untuk bilang itu tempat COD (pertemuan) saya belum pernah memergoki langsung," terang Ilman.

Merasa terganggu

Sebagai penghuni, Imam mengaku cukup risi dengan dugaan aktivitas prostitusi yang terjadi di lingkungan tinggalnya. Ia bahkan merencanakan untuk pindah dalam waktu dekat.

Senada, Ilman juga merasa terganggu dengan kehadiran PSK di kawasan Kalibata City. Namun ia sebisa mungkin mencoba untuk tidak terlalu mempermasalahkannya.

Ilustrasi prostitusi.Ilustrasi prostitusi. (bogdanripa/morgueFile)
"Tapi kadang saya enggak enak itu sama orang tua saya, mereka harus melihat hal-hal yang bikin pusing kepala mereka, yang kaya begitu kan tidak masuk nalar bapak saya yang sudah 62 tahun," terang Ilman.

Dalam kasus prostitusi di apartemen ini, kepolisian menangkap 32 orang. Rinciannya, 15 orang merupakan PSK dan 17 orang merupakan pelanggan. Lima PSK di antaranya masih berusia 16-18 tahun.


Dalam kasus ini, kepolisian menetapkan dua agen properti, SBR alias Obay dan TM alias Oncom, serta RMV yang merupakan mucikari, sebagai tersangka.

Wadir Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary di Mapolda Metro Jaya, Rabu (8/8), menyebut dua agen properti itu menyediakan setidaknya 17 kamar di lima tower apartemen untuk praktek prostitusi.

Sementara itu, General Manajer Pengelola Kalibata City Ishak Lopung mengatakan seorang pria yang diamankan polisi adalah agen properti yang menyewakan unit apartemen secara harian.

Menurutnya, penyalahgunaan sewa harian apartemen oleh oknum agen properti yang menjadi salah satu penyebab praktik prostitusi di Kalibata City.


"Tapi ada saja oknum agen nakal yang mencari celah. Sekarang kan ketangkep tuh," katanya.

(arh/sur)