Ia menilai perbedaan pendapat mengenai aksi Jokowi yang diperani stuntman tersebut hal yang biasa saja. Kata Zulkifli, tak mungkin Jokowi selaku kepala negara naik motor ke Stadion Gelora Bung Karno, Senayan.
"Ya bagaimana, masa Presiden naik motor," kata pria yang karib disapa Zulhas yang ditemui di kompleks parlemen, Senin (20/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lalu mengenai keuntungan citra Jokowi yang terangkat dari video tersebut, Zulhas tak begitu merisaukannya karena masih ada beberapa pekerjaan pemerintah yang belum bisa dibanggakan.
"Ya wajar dong, kan enggak semua jelek. Pak Jokowi banyak juga yang bagus, hasil karyanya ada juga yang belum bagus," imbuh Zulhas.
Roy menyayangkan pihak televisi tak menampilkan keterangan bahwa adegan tersebut dilakukan oleh profesional atau peran pengganti.
Sementara Fadli menyebut aksi Yohanes Gama Marschal Lau atau Joni, bocah SMP yang memanjat tiang bendera dalam upacara HUT Ke-73 RI di Desa Silawan, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur pada 17 Agustus lalu jauh lebih heroik ketimbang aksi stuntman Jokowi. (osc)