WNA tersebut menyampaikan pesan keagamaan dan diterjemahkan kemudian oleh WNI yang menyertainya.
Teriakan mereka bersahutan dengan klakson dan suara mobil yang sesekali melintas di depan lobi itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Petugas keamanan alias satpam setempat menyusul mengerumuninya. Dua orang itu, dan kemudian diminta pergi baik-baik mulanya.
[Gambas:Youtube]
Insiden itu terlihat dari video yang beredar dari aplikasi pesan Whatsapp. Disebutkan, hal ini terjadi sekitar sepekan lalu.
Penanggung Jawab Keamanan Lobi Timur Blok A Pasar Tanah Abang Miftah Albar (38) mengungkapkan enam orang itu tiba-tiba datang dan memberikan ceramah di sana.
Miftah menyebut mereka sama sekali belum berkomunikasi dengan pihak pengelola gedung maupun petugas keamanan sebelum berorasi.
Dirasa mengganggu ketertiban di sana, Miftah dan kelima petugas keamanan lainnya pun mencoba menertibkan orang-orang tersebut. Ia mengaku sempat bertanya dan melakukan langkah persuasif.
"Pas saya tanya mereka dari mana, mereka cuma minta maaf dan enggak bilang dari mana," ujar dia.
Pintu Timur Blok A Tanah Abang, lokasi tempat seorang WNA yang tiba-tiba berceramah. (CNN Indonesia/Safir Makki) |
Hanya saja, para misionaris itu tetap melanjutkan orasinya meski sudah diusir oleh petugas keamanan.
Sambil digiring petugas keamanan keluar dari wilayah mereka tetap berteriak-teriak menyiarkan agama. Sejumlah petugas keamanan pun menjadi emosi dan mengusir mereka dengan nada tinggi.
Lebih lanjut, Miftah menegaskan, pengusiran dilakukan bukan karena masalah keagamaan. Mereka diusir, murni karena mengganggu keamanan dan ketertiban di sekitar lobi timur blok A Pasar Tanah Abang.
"Demi Allah ini enggak ada rasis atau karena agama, agama mah kita bebas mau orasi atau gimana asal izin. Tapi ini kan enggak izin mereka teriak-teriak begitu kan juga mengundang keramaian," ujar Miftah.
"Itu kan namanya mengundang takut bermasalah kedua mengganggu lalu lintas juga. Mereka juga enggak ada izin ke atas bikin resah, kalau ada izin ke atas mau mengadakan acara silakan saja," ujar dia.
Direktur Utama PD Pasar Jaya Arief Nasrudin, di Pasar Mayestik, Jakarta, Kamis, 16 Agustus. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
Terpisah, Direktur Utama Perusahaan Daerah Pasar Jaya Arief Nasrudin mengaku hal itu terjadi di pasar yang menjadi kewenangannya. Menurutnya, hal ini tak bisa dibiarkan karena terkait dengan Undang-undang.
"Wah ini di pasar saya, kenapa didiamkan?" ucapnya. "Ini enggak boleh karena ada aturannya, ini bukan ceramah di tempat yang sesuai, berarti ini orasi dan ada aturannya dan ada UU-nya," ia menambahkan.
(arh/sur)
Pintu Timur Blok A Tanah Abang, lokasi tempat seorang WNA yang tiba-tiba berceramah. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Direktur Utama PD Pasar Jaya Arief Nasrudin, di Pasar Mayestik, Jakarta, Kamis, 16 Agustus. (