Survei Charta Politika: TNI Paling Dipercaya Publik

CTR, CNN Indonesia | Selasa, 28/08/2018 19:55 WIB
Survei Charta Politika: TNI Paling Dipercaya Publik Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tentara Nasional Indonesia (TNI) menjadi lembaga paling dipercaya oleh masyarakat, sedangkan partai politik merupakan lembaga yang paling tidak dipercaya publik.

Demikian laporan hasil survei Charta Politika yang dirilis, Selasa (28/8). Data survei itu tercantum dalam hasil survei tentang Kinerja DPR tahun 2018.

Proses pengumpulan data dilaksanakan dari tanggal 23-26 Agustus 2018, dengan metode wawancara melalui telepon di delapan kota, yakni Medan, Palembang, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, dan Makassar.


Jumlah responden sebanyak 800 orang yang tersebar secara proporsional berdasarkan populasi pengguna telepon di 8 kota besar. Pemilihan responden dilakukan dengan melakukan pengacakan sistematis. Toleransi kesalahan phone survei (margin of error) + 3.46 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

"Partai politik hanya mendapat kepercayaan sebesar 32,5 persen dari masyarakat. Paling rendah di antaranya," kata kata Direktur Riset Charta Politika Muslim Tanja di Jakarta, Selasa (28/8).

Dalam survei tersebut, responden mendapat pertanyaan: dari lembaga-lembaga ini, manakah yang paling dipercaya?

Ada sejumlah lembaga yang ditanyakan kepada responden, yakni Presiden, DPR, DPD, Polri, KPK, Mahkamah Agung, partai politik, dan TNI.

Hasilnya, 73,5 persen responden memilih TNI, 73,4 persen memilih KPK, 68,5 persen Presiden, DPR 49,3 persen, dan paling buncit partai politik. Sebanyak 45,8 persen responden menyatakan partai politik sebagai lembaga yang paling tidak dipercaya.
Muslimin menuturkan salah satu faktor yang menjadi penentu rendahnya kepercayaan publik adalah soal kedekatan masyarakat dengan parpol adalah banyak kader parpol yang melakukan korupsi.

"Saya kira memang riset sebelumnya parpol rankingnya rendah dan selalu terendah. Beberapa melakukan tindakan korupsi kemudian yang paling disorot adalah anggota dewan dari parpol," terang dia.

Terkait TNI, Muslimin mengatakan kepercayaan publik terhadap institusi militer itu karena publik berpandangan saat ini TNI tidak berpolitik.

"(TNI) Memang terlihat sekali perannya. Masyarakat juga sudah mulai tak memikirkan masalah-masaah TNI di masa lampau," ujar dia.
(ugo)