"Prabowo disamakan dengan Trump sah-sah saja, silakan saja, tidak ada masalah bagi kita," kata dia, usai diskusi publik 'Buzzer Politik di Sosial Media, Efektifkah?' di Tebet, Jakarta Selatan pada Jumat (12/10).
"Kita akan jawab kemudian bahwa justru yang sama dengan Trump itu malah Jokowi. Samanya di mana? Dua negara ini [Indonesia dan AS] sama-sama keblinger sekarang karena presidennya; awut-awutan," katanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Ferdinand, slogan 'Make Indonesia Great Again' itu merupakan kampanye negatif yang wajar. Persamaan slogan itu dengan miliknya Donald Trump dalam kampanye Pilpres AS 2017 pun disebutnya sah-sah saja.
Baginya, Indonesia pernah menjadi negara yang dihormati dunia pada zaman Presiden kedua RI Soeharto dan Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
"Arahnya bukan untuk menjiplak enggak karu-karuan. Yang baik itu boleh kita tiru. Justru ini berbanding terbalik dengan apa yang disampaikan Pak Jokowi. Selalu beliau bilang merakyat-merakyat, tetapi kebijakan politik dan pemerintahnya justru liberalis, nekolim, neolib, jadi lebih bagus mana?" cetus dia.
(kst/arh)