Kasus Buku Merah, Polri Tak Akan Usut Internal Kepolisian

Tim, CNN Indonesia | Senin, 15/10/2018 17:03 WIB
Kasus Buku Merah, Polri Tak Akan Usut Internal Kepolisian Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto menyatakan pihaknya tak akan memeriksa internal kepolisian terkait dugaan perobekan buku merah yang diungkap Indonesialeaks. (CNN Indonesia/Abi Sarwanto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto menyatakan pihaknya tak akan memeriksa internal kepolisian terkait dugaan perobekan buku merah dalam korupsi impor daging yang diungkap Indonesialeaks.

Jaringan media investigasi itu mengulas sebuah buku bersampul merah yang diduga berisi catatan aliran dana pengusaha Basuki Hariman kepada sejumlah pejabat negara termasuk Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Sebaliknya, pihaknya bakal memeriksa eksternal polri untuk mendalami perkara itu.



"Untuk di dalam kepolisian tidak ada (penyelidikan). Saya jamin solid. Kami lakukan penyelidikan keluar," ujar Setyo saat ditemui di Auditorium PTIK, Jakarta, Senin (15/10).

Setyo tak merinci penyelidikan yang dimaksud. Namun ia menegaskan tak ada keterlibatan di internal kepolisian dalam kasus tersebut. Setyo juga membantah informasi soal oknum jenderal bintang tiga yang disebut berperan dalam menyebarkan informasi itu.

"Enggak ada itu. Nanti akan saya klarifikasi," katanya.

Kasus Buku Merah, Polri Tak Akan Periksa Internal KepolisianKapolri Jenderal Tito Karnavian. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Jenderal bintang dua itu memastikan bakal melakukan konsolidasi secara internal terkait dugaan perobekan buku merah itu. Ia meyakini nama Tito hanya dicatut untuk kepentingan pribadi pihak-pihak yang berkepentingan.

Kabar dugaan aliran dana Basuki Hariman ke petinggi kepolisian ramai dibicarakan sejak Indonesialeaks merilis laporan hasil investigasi. Indonesialeaks didirikan oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara dan Tempo Institute.


Anggota Indonesialeaks terdiri dari sejumlah LSM seperti ICW, LBH Pers, Change.org dan Auriga, dan sejumlah media nasional.

Polisi membantah hasil investigasi Indonesialeaks terkait skandal perobekan buku merah tersebut. Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Adi Deriyan menjelaskan buku merah itu hanya sebagai buku catatan perusahaan direksi dan tidak termasuk sebagai jurnal pemeriksaan.

Ketua AJI Abdul Manan mempersilakan pihak yang keberatan dengan hasil investigasi Indonesialeaks untuk menguji kebenarannya. Manan menilai hasil laporan investigasi tersebut telah memenuhi kaidah jurnalistik.

"Kalau mau berdiskusi soal hoaks, buktikan buku merah itu tidak ada. Kalau terbukti bohong kami siap mengakui kebohongan seperti Ratna Sarumpaet," ucap Manan dalam konferensi pers di kantor AJI, Jakarta Selatan, Minggu (14/10).

(pris/pmg)