Pelaporan itu, katanya, terkait dengan kejadiaan saat sesi foto bersama. Ketika itu, Luhut sempat mengoreksi jari Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde dan Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim yang mengacungkan dua jari. Sehingga, Christine dan Jim kemudian menunjuk satu jari.
Selain itu, kata Dahlan, saat itu Sri Mulyani juga mengatakan "Two is for Prabowo, one is for Jokowi".
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami datang utk melaporkan kejadian waktu hari Minggu. Kejadian tersebut ada dugaan pelanggaran pejabat nengara, Luhut dan Sri Mulyani berkampanye. Karena menyebutkan identitas paslon Jokowi nomor 01," kata dia, di kantor Bawaslu, Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (18/10).
Menteri Keuangan Sri Mulyani. (CNN Indonesia/Christie Stefanie) |
Diketahui, pasangan capres Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin mendapatkan nomor urut 01 pada Pilpres 2019, sementara pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mendapat nomor urut 02.
Sementara itu, Taufiqurrahman selaku pengacara Dahlan mengatakan bahwa penunjukkan satu atau dua jari sudah menjadi seperti identitas nomor urut calon presiden-wakil presiden. Pihaknya menduga sikap yang ditunjukkan kedua menteri tersebut merupakan kampanye terselubung.
"Apakah ini masuk pelanggaran pemilu atau tidak ini kewenangan Bawaslu," katanya.
Dahlan dan Taufiqurrahman sendiri mengaku tidak terkait dengan capres-cawapres nomor urut 02. Mereka beralasan, laporan ini diajukan sebagai pembelajaran karena sedianya seluruh pihak menaati aturan yang berlaku.
Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan, di Jakarta, 19 Juli. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
"Dalam masa kampanye pemilu sejatinya dilaksanakan dengan baik sehingga dapat pendidikan politik yang baik, kami meduga Luhut dan Sri memberikan pembelajaran politik yang salah," tandas Taufiqurrahman.
(fhr/arh)
Menteri Keuangan Sri Mulyani. (
Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan, di Jakarta, 19 Juli. (