Dalam pencarian hari kedua, yakni Selasa (30/10) ini, tim SAR melakukan pencarian dengan radius 10 mil laut, dari sebelumnya 5 mil laut di hari pertama. Satu nautical mile sama dengan 1,852 kilometer.
"Besok hari ketiga, kalau kemarin radiusnya 5 nautical mile, hari ini 10 nautical mile, besok 15 nautical mile," ucap Deputi Bidang Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto di posko induk Basarnas, Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Basarnas mengklaim pihaknya belum membutuhkan bantuan asing dalam upaya pencarian ini. Namun di lapangan diakui terdapat kendala seperti penglihatan yang terbatas di dalam laut lokasi pencarian.
Di tempat terpisah, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengatakan pihaknya sudah mengirim notifikasi bantuan dan mendapat respons baik dari Amerika Serikat, Singapura, Malaysia, Australia, Argentina, dan Arab Saudi. Bantuan yang akan diterima oleh KNKT akan beragam bentuknya.
"Paling utama adalah SDM dan peralatan. Laboratorium kita juga terbatas. Tenaga ahli kita juga kan minta," ucap Wakil Ketua KNKT Haryo Satmiko pada Selasa sore ini.
Pesawat Lion Air JT-610 dipastikan jatuh di perairan Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10) pagi. Pesawat jenis Boeing 737-300 MAX 8 tersebut terbang dari Bandara Soekarno Hatta pada pukul 06.20 WIB menuju Bandara Depati Amir, Pangkalpinang.
Pilot sempat meminta kembali ke landasan sesaat setelah lepas landas. Pilot juga sempat melapor ke ATC Bandara Soetta karena ada masalah pada flight control di ketinggian 1.700 kaki dan meminta naik ke ketinggian 5.000 kaki.
Namun pada pukul 06.33 WIB, pesawat hilang dari radar dan tak bisa dikontak ATC Bandara Soetta.
Pesawat dengan register PK-LQP itu membawa 189 orang, terdiri dari 178 penumpang dewas, satu anak, dan dua bayi, serta delapan awak kabin. Basarnas memprediksi seluruh penumpang dan awak kabin tak ada yang selamat. (bin/osc)