Puslabfor Polri: Serpihan Lion Air Negatif Bahan Peledak

CNN Indonesia | Jumat, 02/11/2018 21:43 WIB
Puslabfor Polri: Serpihan Lion Air Negatif Bahan Peledak Serpihan pesawat Lion Air JT 620 di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (2/11). (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pusat Laboratorium Forensik Bareskrim Polri menyebut sejumlah serpihan badan pesawat dan barang-barang milik korban jatuhnya Lion Air dengan nomor penerbangan JT-610 negatif bahan peledak.

Kepala Bidang Balistik Metalurgi Forensik Labfor Bareskrim Polri Kombes Pol Ulung Kanjaya mengatakan hal itu diketahui dari sampel residu kimia yang diambil dengan menggunakan lap steril (swipe) dari serpihan tas, sepatu, dan partisi dari pesawat.

Sejauh ini, pihaknya sudah melakukan tujuh kali swipe. Hasilnya, kata dia, ada indikasi kuat bahwa tidak ada jejak bahan peledak pada barang-barang itu.


"Setelah menggunakan alat itu [lap steril] diperkirakan [barang-barang itu] negatif dari bahan peledak," ujar Ulung, di Jakarta International Container Terminal (JICT), Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (2/11).

Namun demikian, pihaknya tetap akan memastikan dugaan itu lewat uji lab dengan jalan dimasukkan ke dalam alat deteksi residu kimia serta mencocokkannya dengan data pada kotak hitam atau black box.

"Memastikan negatif bahan peledak. Kemungkinan besarnya negatif. Nanti dari data yang ada di black box nanti ketahuan ada ledakan sebelumnya apa enggak," tutur Ulung.

Hasil uji lab itu sendiri akan bisa didapat sepekan kemudian. "Ya serpihan yang dicurigai, misalnya robeknya karena apa, nanti kita bawa ke lab. Nanti hasilnya apa, nunggu seminggu lah," imbuh Ulung.

Pantauan CNNIndonesia.com, tim Labfor Polri mulai mengambil sampel barang-barang korban dan serpihan pesawat di JICT sekitar pukul 15.15 WIB. Barang-barang itu dibungkus dengan empat kantong berwarna coklat.

Di tempat yang sama, Pemeriksa Bahan Peledak Labfor Bareskrim Polri Kompol Heriyandi mengatakan pengambilan sampel residu tersebut bisa memastikan kemungkinan keberadaan bahan-bahan kimia yang dibawa penumpang yang menyebabkan kecelakaan pesawat.

"Perlu kita pastikan juga selain dari mesin, ada material khusus umpamanya barang-barang muatan penumpang yang dicurigai. Material-material yang tidak tahu itu yang kita teliti," tuturnya.

Sebelumnya, Tim SAR gabungan secara resmi menyerahkan seluruh barang-barang temuan selama lima hari pencarian Pesawat Lion Air JT-610 yang terjatuh di perairan Karawang, Jawa Barat ke Komite Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT).

(SAH/arh)