Kepala Bidang Balistik Metalurgi Forensik Labfor Bareskrim Polri Kombes Pol Ulung Kanjaya mengatakan hal itu diketahui dari sampel residu kimia yang diambil dengan menggunakan lap steril (swipe) dari serpihan tas, sepatu, dan partisi dari pesawat.
Sejauh ini, pihaknya sudah melakukan tujuh kali swipe. Hasilnya, kata dia, ada indikasi kuat bahwa tidak ada jejak bahan peledak pada barang-barang itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun demikian, pihaknya tetap akan memastikan dugaan itu lewat uji lab dengan jalan dimasukkan ke dalam alat deteksi residu kimia serta mencocokkannya dengan data pada kotak hitam atau black box.
Pantauan CNNIndonesia.com, tim Labfor Polri mulai mengambil sampel barang-barang korban dan serpihan pesawat di JICT sekitar pukul 15.15 WIB. Barang-barang itu dibungkus dengan empat kantong berwarna coklat.
Di tempat yang sama, Pemeriksa Bahan Peledak Labfor Bareskrim Polri Kompol Heriyandi mengatakan pengambilan sampel residu tersebut bisa memastikan kemungkinan keberadaan bahan-bahan kimia yang dibawa penumpang yang menyebabkan kecelakaan pesawat.
Sebelumnya, Tim SAR gabungan secara resmi menyerahkan seluruh barang-barang temuan selama lima hari pencarian Pesawat Lion Air JT-610 yang terjatuh di perairan Karawang, Jawa Barat ke Komite Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT).
(sah/arh)