Survei: Jokowi-Ma'ruf Unggul di Jawa, Prabowo-Sandi Sumatra

CNN Indonesia | Selasa, 06/11/2018 17:37 WIB
Survei: Jokowi-Ma'ruf Unggul di Jawa, Prabowo-Sandi Sumatra Para paslon Pilpres 2019 terus meningkatkan elektabilitas jelang Pilpres 2019. Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono
Jakarta, CNN Indonesia -- Alvara Research Center merilis hasil survei tentang kekuatan dua paslon jelang Pilpres 2019. Dalam surveinya, Alvara menyebut Pulau Jawa masih menjadi panggung pasangan nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin dengan persentase 58,1 persen, berbanding 29,2 persen untuk paslon Prabowo-Sandi. Namun tidak bagi wilayah Sumatra.

Di Sumatra, Prabowo-Sandiaga unggul 44,6 persen dan Jokowi-Ma'ruf meraup suara 40 persen.

"Pasangan Jokowi-Maruf unggul di hampir semua wilayah di Indonesia kecuali Sumatra," kata CEO Alvara Research Center Hasanuddin Ali dalam rilis survei Pilpres 2019: Dinamika Pergeseran Suara Pemilih, di Jakarta, Selasa (6/11).


Survei Alvara: Jokowi-Ma'ruf Belum Mampu Kuasai SumatraPrabowo-Sandi. Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Besarnya suara Prabowo di Sumatra, kata Ali, bisa dilihat dari nilai historis pemilihan presiden 2014. Saat itu, ia menyebut, Prabowo-Hatta kuat di daerah Sumatra dengan sentimen Islam yang sangat kuat.

"Prabowo unggul misal di Sumbar, Aceh dan Riau," kata dia.


Hal yang perlu diperhatikan, kata Ali, ialah jumlah pemilih di pulau Jawa yang disebut sebagai jumlah pemilih terbesar. Ada sekitar 58 persen dari total pemilih yang berada di Pulau Jawa. Sementara di Sumatra, Ali memperkirakan ada sekitar 20 persen jumlah pemilih.

Survei Alvara: Jokowi-Ma'ruf Belum Mampu Kuasai SumatraJokowi-Ma'ruf Amin. Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A


"Karena itu dilihat dari geografis pemilih di Jawa dan Sumatera sangat menentukan siapa yang akan menjadi pemenang di Pilpres 2019 mendatang," jelas dia.

Untuk saling meraup suara di kubu masing-masing lawan, sambung Ali, keduanya harus gencar melakukan kampanye di lumbung suara lawan. Hal ini bisa dilihat dari Prabowo-Sandi yang kerap berkeliling di seputaran tanah Jawa.

"Inilah alasan Prabowo Sandi kampanye dua bulan Ini keliling Jawa terus," terangnya.


Survei Alvara menggunakan sistem multi-stage random sampling dengan wawancara terhadap 1781. Rentang //margin of error// penelitian ini sebesar 2,37 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen. Responden yang disurvei tersebar di 32 provinsi, tidak termasuk di Sulawesi Tengah. Waktu pelaksaan survei mulai dari tanggal 8-22 Oktober 2018.

Sebelumnya survei Litbang Kompas juga menyebut Jokowi-Ma'ruf unggul di Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua. Sementara Prabowo-Sandi unggul di Sumatra. 

Hoaks Ratna dan Melorotnya Elektabilitas Prabowo-Sandi

Elektabilitas Prabowo-Sandiaga juga disebut turun dalam waktu beberapa bulan terakhir lantaran hoaks Ratna Sarumpaet. Setidaknya 79,4 persen masyarakat percaya bahwa kasus Ratna dapat memecah kesatuan bangsa.

"Karena alasan ini 18 persen pemilih memutuskan mengubah pilihan," kata Ali.

Survei Alvara: Jokowi-Ma'ruf Belum Mampu Kuasai SumatraRatna Sarumpaet. Foto: ANTARA FOTO/Reno Esnir


Dari survei yang dilakukan Alvara, disimpulkan bahwa elektabilitas Prabowo-Sandi sebesar 33,9 persen. Angka ini turun 1,3 persen dari elektabilitas Alvara sebelumnya. "Inilah alasan kuat kenapa elektabilitas Prabowo-Sandi turun. Pada bulan Oktober angka elektabilitas mereka pada 35,2 persen," jelas dia.

Karena kasus ini, Ali bilang, sebanyak 1,3 persen suara Prabowo terbelah dua. Sebagian suara memilih mendukung Jokowi dan sebagain suara belum mementukan pilihan. "Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf naik 0,5 persen dari semula angka 53,6 persen di bulan Oktober dan 54,1 persen," ungkap dia.

Selain itu, dari kasus Ratna, sebanyak 90,8 persen pendukung Jokowi-Ma'ruf dan sebanyak 80,5 persen dari pendukung Prabowo-Sandi sepakat Ratna dicekal. (CTR/ain)