Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono mengatakan langkah pemeriksaan AOA ini ditempuh untuk mengetahui alasan pencopotan dan penggantiannya sebelum Lion Air PK-LQP terbang dari Denpasar.
"AOA yang dicopot di Bali akan kami bawa ke Ameriksa Serikat untuk diperiksa pakai alat seperti CT Scan. Kami akan lihat dalamnya ada yang aneh atau tidak terus akan kami bongkar, kenapa dia ada rusak atau tidak," kata Soerjanto kepada wartawan di Kantor Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Jakarta Pusat pada Senin (12/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini yang lagi kami tanya ke Boeing, algoritmanya di dalam kompeter bagaimana. Seharusnya, kalau satu rusak ada back-up, bagaimana dia switching. Kami harus mengerti algoritma atau program dalam komputer itu, bagaimana cara kerjanya," ucap Soerjanto.
"Sudah (diperiksa teknisi di Denpasar) dan pilot yang menerbangkan sudah kami wawancarai, tapi hasilnya belum bisa kami share," ujarnya.
KNKT mencurigai jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP di perairan Karawang disebabkan oleh kerusakan pada komponen sensor AOA. Kerusakan AoA sudah terjadi saat pesawat yang sama digunakan untuk penerbangan Denpasar-Jakarta malam sebelumnya.
"Ketika AOA-nya diganti, masalahnya tidak sembuh, tapi mungkin masalah bertambah. KNKT ingin mendalami kondisi AOA ini. Karena kita juga mencurigai," ucap Kepala Sub Komite Investigasi Keselamatan Penerbangan KNKT Nurcahyo Utomo di kantor KNKT, Jakarta, Rabu (7/11).
(mts/arh)