Kemenhub Beri Latihan Tambahan untuk Pilot Boeing 737 Max 8

CNN Indonesia | Selasa, 13/11/2018 04:07 WIB
Kemenhub Beri Latihan Tambahan untuk Pilot Boeing 737 Max 8 Pesawat boeing 737. (REUTERS/Saul Loeb)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan memberikan latihan kepada pilot-pilot yang menerbangkan pesawat tipe Boeing 737 Max 8

Pemberian latihan tambahan ini sudah dituangkan di dalam panduan khusus atau emergency airworthiness directive (EAD) yang diterbitkan Direktorat Kelaikan Udara dan Pengoperasian Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub.

Pelatihan itu berdasarkan rekomendasi otoritas penerbangan Amerika Serikat (FAA) usai salah satu dari 11 pesawat tipe Boeing 737 Max 8 jatuh di Perairan Karawang, Jawa Barat pada akhir Oktober 2018 kemarin.


"Ada tambahan-tambahan training yang diharuskan dilakukan pada pilot-pilot yang menerbangkan pesawat Boeing 737 Max 8 ini," kata Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono saat memberikan keterangan pers di Kantor Kemenhub, Jakarta Pusat pada Senin (12/11).


Dia menerangkan latihan tambahan tersebut terkait dengan penggunaan sistem manual dalam penerbangan jika terjadi kerusakan seperti yang dialami oleh pesawat Boeing 737 Max 8 yang digunakan maskapai Lion Air dengan nomor penerbangan JT-610.

Menurutnya, latihan tambahan ini akan memberikan pelajaran kepada pilot untuk menerbangkan Boeing 737 Max 8 secara manual.

"Tambahan flight crew manual itu salah satunya jika mengalami altitude disagree atau speed disagree seperti warning yang didapat di kecelakaan itu matikanlah speed trim yang untuk trim pesawat itu minta untuk dimatikan seperti yang di dalam dokumen Boieng yang dikeluarkan FAA," kata Soerjanto.

Di tempat yang sama, Direktur Jenderal Hubud Kemenhub Polana B Pramesti menyampaikan bahwa pihaknya telah selesai melakukan pemeriksaan terhadap 10 unit pesawat tipe Boeing 737 Max 8 yang ada di Indonesia.


Menurutnya, berdasarkan hasil pemeriksaan dinyatakan bahwa 10 unit pesawat yang digunakan oleh maskapai penerbangan Lion Air dan Garuda Indonesia tersebut dalam kondisi baik. 

"Semua sudah diperiksa oleh inspektorat kami, yang diperiksa meliputi pelaksanaan trouble shooting, kesesuaian prosedur, perlengkapan peralatan. Hasilnya semua bagus," kata Polana.

Sebelumnya, Boeing menerbitkan panduan khusus bagi para pilot selepas kecelakaan maut yang terjadi pada pesawat B737 MAX 8 dioperasikan maskapai Indonesia, Lion Air JT-610.


Isi buletin itu adalah soal panduan membaca sensor posisi pesawat terhadap aliran udara saat terbang (angle of attack/AOA).

Sebagaimana dilansir Reuters, Rabu (7/11), panduan itu diterbitkan setelah penyelidikan awal dari KNKT menyatakan pesawat nahas yang jatuh dan menewaskan 189 penumpangnya itu mengalami kendala pada sensor AOA.

"Boeing menerbitkan Buletin Operasi Manual (OMB) kepada para pilot dan ko-pilot untuk bagaimana aturan jika mengalami kendala pada sensor AOA," tulis Boeing.

Sensor itu memberikan informasi kepada pilot soal posisi pesawat dan aliran udara di sekitarnya ketika terbang. Jika sudut pesawat ketika lepas landas dan hendak mencapai ketinggian jelajah terlampau tajam, maka bisa menyebabkan pesawat itu kehilangan kendali aerodinamika (stall). 

Buletin Boeing tidak mencantumkan apakah panduan pembacaan sensor angle of attack hanya dikhususkan untuk tipe 737 MAX atau juga jenis lainnya.

(mts/DAL)